Ganti pengurus, ganti pelatih

Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Hak atas foto Reuters
Image caption Djohar Arifin mengatakan kontrak Alfred Riedl dengan pribadi Nirwan Bakrie.

Pengurus PSSI yang baru telah memecat pelatih tim nasional Alfred Riedl dan menunjuk pelatih asal Belanda, Wim Rijsbergen, sebagai pelatih baru.

Dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu 13 Juli, Ketua Umum PSSI yang baru Djohar Arifin menjelaskan keputusan itu diambil karena Riedl, yang berasal dari Austria, menandatangani kontraknya dengan Mantan Wakil Ketua Umum PSSI Nirwan Bakrie secara pribadi, bukan dalam kapasitas anggota eksekutif PSSI.

Pergantian ini dilakukan menjelang pertandingan pra-Piala Dunia Zona Azia melawan Turkmenistan yang akan digelar 23 Juli mendatang.

Namun kepada BBC Indonesia, Djohar Arifin menegaskan PSSI akan bekerja keras untuk mengirim Timnas ke Turkmenistan.

"Tim belum terbentuk, tiket belum ditangan, hotel belum dipesan, hampir semuanya masih harus diatur," kata Djohar pada BBC Kamis 14 Juli pagi.

Pengurus PSSI lama yang didera masalah dan krisis kepercayaan menurut Djohar gagal menyiapkan Timnas untuk laga penting ini sementara FIFA tidak akan menerima pendaftaran pemain baru.

"Ya sudah kita pakai saja pemain yang sudah didaftarkan oleh BTN (Badan Tim Nasional). Pokoknya kita tidak boleh mempermalukan Merah Putih," tegasnya.

Sudah bertemu pemain

Sementara itu manajer timnas Indonesia Ferry Kodrat mengatakan sudah berbincang dengan para pemain, yang harus dihadapkan pada situasi baru karena digantinya pelatih yang relatif sudah mereka kenal, Alfred Riedl.

Dan Ferry mengaku berhasil meyakinkan para pemain bahwa pergantian pelatih bukan hal yang besar.

"Kita tidak boleh menjadikan pergantian jadi masalah besar. Tugas pemain adalah bermain. Dan Wim tahu dia hanya punya waktu 10 hari," tambah Ferry.

Wim Rijsbergen sendiri dilaporkan baru tiba di Jakarta, Jumat 15 Juli, atau delapan hari sebelum pertandingan.

Apa komentar Anda?

Apakah sebaiknya pengurus PSSI baru lebih baik tetap menggunakan pelatih Alfred Riedl?

Atau Anda berpendapat pergantian pelatih mestinya tidak menjadi masalah selama para pemain memiliki komitmen untuk tampil prima?

Kami tunggu pendapat anda lewat indonesia@bbc.co.uk atau telepon bebas pulsa BBC Indonesia SMS ke +44 77 86 20 00 50.

Kami ingatkan kembali bahwa operator telepon Anda akan mengenakan tarif untuk pengiriman pesan.

Jangan lupa sertakan nama dan asal kota, serta nomor telepon jika Anda tidak keberatan untuk kami hubungi kembali.

Suara Anda

"Saya tidak mengerti alasannya kenapa Riedl mendadak diganti, sama seperti komentar lainnya. Menurut saya alasannya terlalu dibuat-buat atau dipolitisir. Stop mixing politics with sports. Sayang banget kalau sampai merusak prestasi dan semangat bermain tim karena penyesuaian dengan pelatih baru mungkin akan memakan waktu lebih lama dari 15 hari." Nadia, Jakarta.

"Inilah akibatnya kalau politik bercampur tangan di dunia olahraga. Penggantian pelatih karena sebuah kegagalan dalam sebuah tim itu lumrah. Tapi kalau karena masalah kontrak yang seharusnya tidak dibesar-besarkan, itu hal yang "lucu". Dan semua akan membawa dampak yang negatif bagi sebuah tim." Sandy Ferdian, Frankfurt.

"Inilah karakteristik Indonesia: ganti pemimpin ganti aturan, masalah hasil urusan belakang. Yang penting show-force dulu. Itulah ciri khas gaya kepemimpinan yang belum dewasa. Basuni, Jakarta.

"Menurut saya itu hal yang sangat mengecewakan bagi saya dan seluruh pecinta Indonesia karena di saat Indonesia akan bertanding kenapa pelatih langsung dicopot. Seakan-akan Indonesia sudah menjadi tim hebat saja. Waktu mepet, tidak ada uji coba. Apakah dengan ini Indonesia bisa menang? Kenapa di saat Indonesia harus bersatu ada saja orang yang mau memecah-belah." Arda, Magetan.

"Ah...lagi-lagi kepentingan lain kubu setelah pergantian kekuasaan. Hahaha...nikmati sajalah Djohar, ambil kepentinganmu di PSSI ini sampai kenyang." Ijol, Medan.

"Mestinya Riedl jangan diganti saat ini, biarkan saja dia menyelesaikan tugasnya sampai akhir masa kontraknya. Kalau diganti saat ini bisa fatal akibatnya, bisa mengganggu kekompakan tim dan konsentrasi para pemain. Apalagi selama ini para pemain sudah terganggu dengan kisruh di PSSI, jangan ditambah lagi dengan keputusan ini. Saya tidak bisa bayangkan kalau Riedl membawa masalah ini ke FIFA, apa yg akan terjadi dengan sepakbola Indonesia?" Ariany, Cimahi.

"Inilah hasil dari politisi di bidang olahraga. Hasilnya carut marut kan? Kalau sudah begini siapa yang mau disalahkan." Arif Emovolution Crazyers.

"Pergantian pelatih Timnas PSSI pra-Piala Dunia jelas berpengaruh kepada kekompakan tim! Konflik kepentingan begitu kental, korbannya Timnas sendiri. Benahi dan audit PSSI dan pengda-pengdanya, baru prestasi!." Rakean Agung, Cimone.

"Ciri khas pemimpin negri ini." Ceu Mota.

"Alfred Riedl memang pantas diganti. Dia sudah gagal di Piala AFF dan Timnas pra olimpiade lalu di era Nurdin Halid. Riedl adalah pelatih yang diskriminatif karena tidak memanggil pemain-pemain dari LPI dan Riedl sangat terpengaruh politisasi di PSSI era Nurdin Halid. Pengurus PSSI yang baru sekarang lebih reformis dan keputusan mengganti Riedl dengan Wim Rijsbergen sudah tepat demi penyegaran di Timnas Indonesia." Nugroho Santoso.

"Sangat bagus. Riedl tidak mampu menyatukan dua kubu berbeda dan semoga di era baru semua talenta terbaik baik dari LPI maupun ISL." Ervis Budisetiawan.

"Kenapa Riedl tidak mampu menyatukan dua kubu? Karena regulasi FIFA tidak membolehkan. Emang liga LPI siapa yang mainnya bagus? Si blasteran? Oh Tuhan, padahal mainnya biasa saja. Paling yang bagus cuma Andik Vermansyah." Yusqi Mhd.

"Siapapun pelatihnya tidak masalah, yang penting mampu menciptakan suasana yang kondusif dan mampu membangun teamwork pemain, manajemen, tegas, dan pembinaan mentalnya ok. Dan mampu berprestasi di kawasan regional, syukur-syukur internasional." Abdun Dk.

Berita terkait