Perlukah penambahan wakil menteri?

Terbaru  13 Oktober 2011 - 22:55 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Presiden Yudhoyono mengatakan jumlah menteri dari parpol dikurangi

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan susunan kabinet baru dengan mengganti sejumlah menteri dan menambah posisi wakil menteri.

Presiden menegaskan dalam pengumuman perubahan susunan Kabinet Indonesia Bersatu II di Istana Merdeka Selasa (18/10) bahwa wakil meneri bukan anggota kabinet.

"Wakil menteri bukan anggota kabinet. Fasilitasnya pun tidak sama dengan fasilitas menteri. Mereka mendapatkan fasilitas setara eselon IA sehingga tidak ada biaya berlebihan seperti yang dibicarakan masyarakat luas," kata presiden.

Sebelumnya, Yudhoyono menunjuk 13 wakil menteri kabinet baru, termasuk sejumlah guru besar dan tokoh penting berbagai universitas di Indonesia.

Namun wakil ketua DPR Pramono Anung menilai penambahan wakil menteri akan menimbulkan permasalahan baru.

"Menteri yang dulu tidak ada wakil menteri, kemudian ada, itu justru menimbulkan semacam persoalan baru ketika menterinya bertengkar dengan wakil menteri. Jadi, energinya malah untuk hal-hal yang tidak produktif," kata Pramono.

Sementara itu Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran menyatakan keberadaan 19 wakil menteri merupakan pemborosan dan biaya tahunan untuk mereka dapat mencetak lebih 400 anak miskin sekolah sampai gelar sarjana.

Apakah posisi wakil menteri ini perlu menurut Anda? Apakah dapat membantu kinerja kementerian?

Komentar Anda

Iswahyudi, Palembang
saya sangat setuju kalau susunan menteri yang baru berasal dari kalangan profesional. Kalau diambil dari kalangan politik maka dalam mengambil suatu kebijakan akan mementingkan kepentingan partainya bukan kepentingan rakyat.

A.C. Agussalim, Houten, Belanda
Biarkan saja orang parpol memikirkan urusan parpolnya. Wakil menteri belum diperlukan, nanti malah bikin kacau saja. Ambil contoh dari periode sebelumnya,dimana wakil presiden lebih banyak ngoceh daripada presidennya sendiri. Wakil menteri,tidak efisient,cukup menteri saja,jadi tidak buang-buang uang buat bayar gajihnya.

Hafuzha, Jogjakarta
Bicara calon mentri, saya jelas lebih setuju presiden memilih para profesional,karena jabatan mentri adalah jabatan yang punya pertanggung jawaban pada publik,jadi mereka yang benar-benar kompeten dan punya kemampuan yang boleh diberi jabatan itu. Presiden harus berani memilih langkah itu karena bila tidak memilih mereka yang profesional dan hanya mementingkan koalisi dengan memilih wakil-wakil partai meski kemampuannya diragukan, sama saja menyalahgunakan amanat rakyat.

Cholies Achmad - Facebook BBC Indonesia
Sangat pemborosan, selama ini para mentri dan institusi yg dipimpin sangat tidak efektif. Lalu untuk apa ada wakil mentri.
Padahal rakyat sedang kembang kempis bertahan dari hidup yang serba sulit, tapi presiden malah buang-buang duit untuk sesuatu yg tidak perlu. Kalau perlu kurangi jumlah menteri, tutup saja departemen yg tidak membawa kebaikan apapun.

Chaerul, Makasar
Kalau perlu wakil2 menteri semuanya dari kaum profesional, buat apa coba, klau dari klangan parpol yang tidak tahu menahu apa yang sebenarnya ia kerjakan dan hanya mementingkan partai politik saja, jadi yang dirugikan masyarakat juga kan...

Kusdiyanto, Pemalang,
Mengapa perlu ada wakil meteri? trus tugasnya apa? seharusnya kita berhemat, menterinya dikurangi saja.

Ag Paulus, Purwokerto
Memang tak perlu Wamen, walau secara "cerdas" dibuatkan Perpresnya..saya pikir setiap Kementrian sudah amat lengkap dengan Dirjen Sekjen Irjen..berbagai deputyn (eselon 1 dan 2 )..dsb...efektifkan kerja mereka tsb (yang bergaji amat besar)..Wamen logisnya juga digaji (termasuk profesional fee ) semua dari uang Rakyat...boros, SBY sering bicara "hemat anggaran" tapi nyatanya??

Aristides Mota, Bogor
Idealnya jabatan menteri diisi oleh orang orang yang profesional dalam bidangnya, sehingga bangsa ini bisa segera keluar dari krisis yang berkepanjang. Mengenai jabatan wakil menteri, saya kurang setuju karena tidak jelas fungsinya malahan cenderung membuat masalah.

Wahjoe, Nganjuk
Menteri dari kaum profesional masih lebih baik dari segi pengalaman dari menteri dari partai politik,disamping itu juga tidak dikenai dana iuran anggota partai politik.selama presiden SBY mengakomudasi,menimbang untung rugi partai koalisi,tidak terlalu berharap susunan kabinet mendatang lebih baik.efisiensi birokrasi tidak berlaku bagi susunan kabinet mendatang,menambah anggaran negara karena kabinet ini kabinet jabatan.wahjoe nganjuk

Triono Akmad Munib, Jember
Saya setuju dengan adanya wakil menteri jk memang diperlukan.Namun,tdk utk semua kementerian.Wakil menteri diperlukan utk sektor kementerian yg mengemban tgas besar,spt kementrian pendidikan.Calon menteri harus diperbanyak dari klangan profesional dan independen.knpa kt harus memperbanyak calon menteri dari parpol,jk hasilnya sdah diraskan seblumnya?org2 yg profesional dan memiliki kapabiltas sesuai hrs diperbanyak.

Dedy Rahmat, Bandung
Sulit menghindari konsentrasi posisi kabinet dari parpol koalisi, atau parpol yg memiliki kekuatan menekan apalagi jika kita kaitkan dengan pemilu 2014, dimana SBY-Demokrat memiliki kepentingan melanjutkan kekuasaan. Ini juga sebagai akibat dari sistem multipartai, pada akhirnya hanya "bagi-bagi kue" untuk pengisian jabatan eksekutif, tanpa memperhitungkan track record calon menteri. Sementara jabatan wakil menteri, akan menimbulkan masalah baru, proses manajemen di departemen jadi tidak efektif

Yosef Tanauma, Manado
Posisi menteri sangat perlu untuk membantu tugas presiden bukan untuk nyambi proyek negara. kaum profesional sangat perlu namun saya ragu karena banyak yg mengaku profesional ternyata hanya titipan partai politik atau pemilik badan usaha untuk tender proyek saja.

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.