Perlakuan terhadap Kolonel Gaddafi

Terbaru  20 Oktober 2011 - 23:20 WIB
Rakyat Libia menyambut berita kematian Kolonel Gaddafi

Warga kota Misrata menyambut kematian mantan pemimpin mereka

Perdana Menteri Dewan Peralihan Libia Mahmoud Jibril mengatakan mantan pemimpin Libia Muammar Gaddafi tewas dalam penyerangan di Sirte, kota kelahirannya Kamis (20/10).

Dalam serangan yang dilancarkan pasukan Dewan Peralihan Nasional Libia dengan bantuan pasukan NATO itu Kolonel Gaddafi mengalami luka tembak antara lain pada kedua kakinya. Sejumlah saluran televisi menayangkan gambar mayat yang telah ditelanjangi dan diseret di jalan. Mayat tersebut mirip Kolonel Gaddafi, berlumur darah dan mengalami luka parah.

Rakyat Libia sontak turun ke jalan-jalan merayakan kabar yang telah lama ditunggu-tunggu itu.

Gaddafi seringkali tampil eksentrik dengan busana Badui, dikelilingi para pengawal perempuan dan gemar tinggal di tenda meskipun dia melakukan perjalanan ke luar negeri.

Selama 42 tahun kepemimpinannya, Muammar Gaddafi dicap sebagai diktator dan penipu oleh Barat antara lain karena dia menjalankan negaranya dengan tekanan dan menolak melakukan estafet kepemimpinan.

Namun Kolonel Gaddafi juga dikenal sebagai tokoh karismatik, paling tidak di mata sebagian masyarakat Arab terkait keberaniannya melawan tekanan Barat dan kekuasaan Israel.

Bagaimana pendapat Anda tentang kematian Gaddafi dan perlakuan yang diberikan kepada mantan pemimpin Libia tersebut?

Pantaskan jenazah seorang mantan kepala negara ditelanjangi dan diseret meskipun dia dituding diktator dan membohongi rakyatnya sendiri?

Bagaimana sebaiknya rakyat menyikapi kematian mantan pemimpin mereka di tengah pergolakan politik?

Mari ramaikan Forum BBC Indonesia di radio dan internet. Sampaikan saran Anda pada kolom yang tersedia.

Anda juga dapat menulis komentar melalui SMS dengan nomor +44 7786 20 00 50, dengan tarif sesuai yang ditetapkan operator telpon seluler Anda.

Jangan lupa sertakan nama dan nomer telepon sehingga kami bisa menghubungi Anda untuk merekam komentar.

Komentar yang terpilih kami siarkan di radio dalam acara Forum BBC Indonesia, Kamis (26/10).

Pendapat Anda

Berikut sebagian pendapat yang telah kami terima:

"Tidak sepatutnya seseorang diperlakukan seperti itu walaupun orang tersebut adalah pencuri, pezina ataupun penjahat lainnya. Ada batasan-batasan yang seharusnya dipahami oleh rakyat Libia. Namun kemarahan rakyat Libia sudah membutakan hati nurani mereka sehingga hal ini membuat tidak ada perbedaan antara Gaddafi dengan rakyatnya." P. Ninggariawan, Lampung.

"Kasihan gerakan oposisi yang telah dibius oleh Barat sebagai bangsa pendendam sehingga telah berbuat sadis dan tidak beradab. Semestinya ada di antara mereka yang cerdas dan mengingatkan untuk tidak sampai memperlakukan demikian, walau bagaimana semestinya ia belajar dari Mesir ketika memperlakukan Husni Mubarak yang berujung diadili walau bagi Gaddafi harus berujung di tiang gantungan tapi pengadilan berikan kewenangannya." Mahmud Yunus, Majalengka.

"Terlepas dari semua kesalahannya Kolonel Gaddafi adalah patriotis sejati, hanya saja kaum zionis, Amerika dan sekutu serta pendukungnya iri dan dengki padanya." Ali Imron, Jambi.

"Biarpun Kolonel Gaddafi adalah penjahat perang, dia berhak mendapatkan pengadilan. Komunitas internasional harus menekan pemerintah Libia untuk mengusut tuntas kematian Gaddafi." Heru, Gorontalo.

"Menurut saya perlakuan tersebut tidak selayaknya dilakukan karena sangat tidak manusiawi"

Aji Supriyatna

"Gaddafi sama dengan manusia yang lain juga, kalau dia bersalah itu lumrah, namun perlakuan rakyatnya yang menelanjangi dia dan menginjak-injak kepalanya adalah setara dengan keangkuhannya." Wahyudin, Riyadh.

"Kita kehilangan lagi seorang pemimpin yang berani melawan Barat, walaupun bagaimana almarhum seorang pemimpin Arab yang mengangkat harga diri bangsa Arab." Zahirudin Saragih, Medan.

"Kematian Gaddafi bagi saya mungkin memang menunggu waktu sejak dimulainya serangan atas Libya tahun ini, namun yang saya sayangkan adalah perlakuan rakyat terhadap mayat Gaddafi yang menyeret dan menelanjangi, meskipun rakyat kecewa dengan metode kepemimpinan Gaddafi, namun menurut saya apa yang dilakukan rakyat atas jenazah Gaddafi tersebut kurang lebih sama dengan apa yang mereka protes dari kepemimpinan Gaddafi beberapa dekade sebelumnya." Syarifuddin, Jakarta.

"Sebagai mantan presiden walaupun dicap diktator harusnya diperlakukan dengan baik sebagai manusia biasa sebab dia juga mantan presiden yang pernah memimpin Libia." Nyoman, Bandung.

"Kalau menurut saya tidak pantas seorang kolonel diperlakukan semena-mena bagaimanapun dia telah memimpin Libia selama 42 tahun. Dia digulingkan karena negara-negara Barat merasa iri seperti USA & Inggris, Israel...harusnya rakyat itu malu." Nanabella, Batam.

"Biadab, bagimanapun ia adalah seorang peminpin negara yang telah banyak berkorban demi bangsa dan rakyatnya. Inikah perlakuan terhadap pimpinan sebuah negara yang berdaulat? Dimana perasaan para peminpin dunia Arab? Bagaimana kalau ini menimpa pada Anda wahai para pemimpin Arab! Dimana rasa solidaritas kearabannya? Semoga ini menjadi titik balik pergerakan dunia-dunia Arab melawan penjajahan Barat dan timbulnya kembali patriotisme dunia Arab." Gulamuh, Cirebon.

"Pemimpin revolusioner Muammar Gaddafi...terlepas dari keburukan tapi tetap ada kebaikan & kepahlawanannya bagi bangsanya sendiri...seharusnya rakyat/pemberontak Libia harus tetap menghormati & merawat jenazahnya dengan baik sesuai dengan syariat Islam karena sesama Muslim sesama saudara." M Iqbal Yusuf, Klaten.

"Menurut saya perlakuan tersebut tidak selayaknya dilakukan karena sangat tidak manusiawi. Bagaimanapun dia adalah mantan seorang pemimpin yang tidak selamanya salah, tetapi kita harus mengingat jasa-jasanya. Jangan hanya karena kesalahanya sedikit, kita melupakan semua kebaikannya." Aji Supriyatna, Way Kanan.

"Menurut saya biar bagaimanapun dia juga adalah orang Libia dan pemimpin orang-orang, namanya manusia mungkin dia melakukan hal yang tidak baik tapi ada baiknya juga, dan kubur lah mayatnya dengan baik karena dia bukanlah pemberontak." Edizo, NTT.

"Sungguh sadis dan kejam....mereka seolah-olah menganggap Kolonel Muammar Gadaffi binatang. Benar-benar mereka tak punya hati nurani." Mutia Mahmudah, Hongkong.

Hubungi kami

* Kolom harus diisi

(Maksimal 500 karakter)

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.