Perlindungan warga dari kepentingan pengusaha

Terbaru  15 Desember 2011 - 22:14 WIB
Perkebunan kelapa sawit

Aparat keamanan sering dituding berpihak pada perusahaan.

Berita mengenai dugaan pembunuhan terhadap para petani di Mesuji di dua wilayah provinsi yang berbeda, Sumatra Selatan dan Lampung, sontak mencuat setelah keluarga korban mengadu ke Komisi III DPR hari Rabu (14/12).

Hal yang mengejutkan adalah jumlah korban tewas yang diklaim oleh perwakilan keluarga korban mencapai 30 orang, di antaranya mati ditembak aparat keamanan dan bahkan ada yang dipenggal kepalanya.

Kesaksian mereka di DPR didukung dengan rekaman video yang memperlihatkan ada aparat keamanan yang menggunakan seragam dan bersenjata. Peristiwanya sendiri dilaporkan terjadi 2009 hingga awal 2011.

Menurut polisi jumlah korban tidak sebanyak itu, delapan orang dan tidak semuanya petanil

Menindaklanjuti pengaduan itu, Komisi III DPR menyatakan akan melakukan kunjungan lapangan untuk mencari informasi tentang kebenaran kejadian sesungguhnya.

Bagaimanapun anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo, mengatakan peristiwa itu merupakan pelanggaran berat.

"Polisi boleh bilang itu bukan aparat. Tapi kalau kita lihat sama-sama, pelaku memakai seragam aparat dan senjata organik. Nah, ini yang perlu diselidiki oleh Polri dan TNI. Karena melibatkan dua kesatuan itu," kata politisi Golkar itu seperti dikutip media di Indonesia.

Perlindungan warga

Dalam salah satu kasus, disebutkan warga Kecamatan Mesuji, Sumatra Selatan menentang perluasan perkebunan kelapa sawit dan merasa hak mereka dilanggar.

"Polisi boleh bilang itu bukan aparat. Tapi kalau kita lihat sama-sama, pelaku memakai seragam aparat dan senjata organik. Nah, ini yang perlu diselidiki oleh Polri dan TNI. Karena melibatkan dua kesatuan itu."

Bambang Soesatyo

"Yang tidak diungkap adalah bagaimana aparat lebih condong pada perusahaan daripada melakukan tindakan pencegahan agar bentrok pecah," kata Anwar Sadat, dari Walhi Sumatera Selatan yang mendampingi warga.

Bagaimana pendapat Anda tentang dugaan pelanggaran HAM di Mesuji?

Bagaimana penanganan konflik-konflik antara pengusaha dan warga setempat sejauh ini?

Bagaimana kepedulian negara, termasuk aparat keamanan di dalamnya, untuk melindungi warga biasa?

Silakan isi kolom yang tersedia. Jangan lupa cantumkan nama, kota dan nomor telepon sehingga kami bisa menghubungi untuk merekam komentar Anda.

Atau sampaikan pendapat Anda lewat telepon pulsa BBC Indonesia 0800 140 1228 yang dibuka setiap Senin-Jumat pukul 16.00-20.00 WIB. Putar nomornya dan sampaikan pendapat Anda, mesin secara otomatis akan merekam pendapat Anda.

Anda juga dapat menulis komentar melalui SMS dengan nomor +44 7786 20 00 50, dengan tarif sesuai yang ditetapkan operator telepon seluler Anda.

Komentar

"Bagi saya bukan hal yang aneh mendengar dan mengetahui adanya aparat baik sipil administrasi ataupun sipil bersenjata yang agak memihak pengusaha (yang punya duit) ini sebenarnya masalah lama yang terjadi karena minimnya gaji aparat."

Hendra

"Pemerintah harus tegas dalam melindungi rakyatnya apapun alasan dan kondisinya. Tetapi bagaimana mungkin, jika para pejabatnya egois dan korup?". Bernard Benedict Depe, komunitas BBC Indonesia di Facebook.

"Hukum di Indonesia begitu tumpul, apalagi bila berhadapan dengan penguasa. Para pengusaha pun seakan ikut kebal hukum karena kedekatan dengan para pengusaha, polisi tidak ada kuasa, rakyat hanya bisa berteriak tanpa ada yang mau dengar.....itulah Indonesia sekarang mungkin karena "money is power and power is money". Rina Amelyana, komunitas BBC Indonesia di Facebook.

"Pertama perlu adanya penyelidikan terbuka terhadap kasus-kasus HAM seperti ini. Suatu konflik terjadi karena adanya keserakahan salah satu pihak, jadi solusinya adalah kerelaan untuk berbagi pada sesama. Negara sudah memberi jaminan persamaan perlindungan hukum terhadap seluruh warganya, namun jika ulah oknum tertentu semuanya ini menjadi seakan memihak pihak tertentu maka perlu diadakan pembelajaran kesadaran hukum pada masyarakat biasa." Handoko, Balikpapan.

"Kejadian Mesuji adalah contoh sebagian kecil saja bahwa polisi kita memang menjengkelkan dan memang kita jadi benci melihatnya. Masalah tanah perebutan warisan, polisi pasti membela salah satu pihak. Akibatnya polisi bentrok dengan warga. Masalah tanah perkebunan polisi membela perusahaan akibatnya polisi berhadapan dengan warga. Coba berapa korban dari warga tidak pernah korban diekspos ke media." Sobirin, Jakarta Pusat.

"Apapun alasannya, pembunuhan tetap melanggar hukum, kasihan petani kita, sudah hidup pas-pasan malah hidupnya dirampas." Rinson Gultom, Labuha.

"Bagi saya bukan hal yang aneh mendengar dan mengetahui adanya aparat baik sipil administrasi ataupun sipil bersenjata yang agak memihak pengusaha (yang punya duit) ini sebenarnya masalah lama yang terjadi karena minimnya gaji aparat, tapi sekarang sejak reformasi gaji aparat sudah cukup baik maka masalahnya bukan gaji aparat tapi cari uang lebih atau dana operasional aparat, dan parahnya masalah ini tidak bisa diungkap lewat jalur resmi tapi harus lewat media massa dan langsung masuk ke meja presiden atau DPR atau malah lewat demo yang besar baru dapat perhatian." Hendra, Surabaya.

Hubungi kami

* Kolom harus diisi

(Maksimal 500 karakter)

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.