Mobil nasional, antara kebanggaan dan kenyataan

Terbaru  5 Januari 2012 - 20:39 WIB
Lalu lintas di Jakarta

Mobil nasional diyakini akan membangkitkan kebangggan.

Keinginan lama Indonesia untuk memiliki mobil nasional kembali bangkit menyusul keberhasilan siswa-siswa SMK di Surakarta membuat mobil yang kemudian digunakan sebagai mobil dinas Walikota Solo Joko Widodo dan wakilnya.

Di Jakarta pemerintah menjanjikan Indonesia akan memiliki mobil nasional pada 2014 nanti dan menurut Menteri Perindustrian MS Hidayat, pengembangan industri otomotif nasional menjadi salah satu prioritas kerja kementeriannya.

Sampai kini beberapa perusahaan swasta dan BUMN telah mencoba mengembangkan berbagai prototipe mobil nasional.

"Orang Indonesia ingin bangga juga punya merek Indonesia. Sekarang ini di jalan, menoleh kiri-kanan kan semua produk asing. Ada keinginan kebanggaan terutama dari generasi muda dan mereka merasa mampu bisa melahirkan mobil nasional," jelas MS Hidayat.

Namun Pengamat otomotif Suhari Sargo berpendapat proyek mobil nasional akan sulit diwujudkan dalam jangka waktu dua tahun.

"Kalau kita mau membuat mobil sendiri berarti pertama, teknologinya harus kita kuasai, teknologi otomotif itu kan melibatkan banyak disiplin. Terus yang kedua tentu ada investasi, investasi juga tidak kecil. Yang ketiga tentu secara bertahap harus merebut pasar," kata Suhari Sargo.

Komentar Anda

Bagaimana komentar Anda tentang wacana menghidupkan kembali mobil nasional setelah proyek-proyek mobil nasional sebelumnya gagal?

Kalau pun Indonesia mampu memproduksi mobil nasional, bagaimana dengan kemampuannya untuk menopang kelanjutan industri itu?

Apakah memiliki mobil nasional penting bagi Indonesia untuk saat ini?

Atau Anda mempunyai pendapat lain?

Sampaikan komentar Anda di kolom yang tersedia. Jangan lupa cantumkan nama, kota dan nomor telepon sehingga kami bisa menghubungi untuk merekam komentar Anda.

Anda juga dapat menulis komentar melalui SMS dengan nomor +44 7786 20 00 50, dengan tarif sesuai yang ditetapkan operator telepon seluler Anda.

Komentar yang terpilih akan disiarkan di radio hari Kamis (12/1) dan juga di situs BBCIndonesia.com.

Ragam pendapat

Berikut sebagian pendapat dari Anda:

"Menurut saya, bukan hanya mobil nasional, produk lain pun harus nasional. Produksi sendiri dan pakai sendiri, terserah apa kata negara lain. Soal aturan internasional atau pun kualitas, orang Indonesia bisa melakukan pendekatan dan bina kerja sama dengan pelbagai pihak. Misalnya kerjasama dengan Toyota, Mitsubisi atau pun Suzuki. Yang menjadi kendala adalah tidak adanya kemauan penguasa untuk membangun negeri ini. Penguasa masih mementingkan perselingkuhan dengan pengusaha untuk keuntungan yang besar." Bonefasius Jehandut, Tangerang.

"Hemat saya, program mobil nasional itu sangat bagus, terutama bisa mencegah bagi para pejabat di seluruh Indonesia untuk melakukan korupsi dalam bidang transportasi dinas. Aceh misalnya, para anggota dewan sesuka hatinya memesan mobil dari luar negeri untuk dijadikan sebagai mobil dinas, hal ini bisa merugikan rakyat Aceh. Kepedulian terhadap masyarakat sangat kurang, kok kepedulian untuk pribadi sangat difokuskan. Hal ini sangat merugikan masyarakat itu sendiri." Muksalmina Mta, Banda Aceh.

"Pertama...Salut ya buat siswa siswa SMK di Surakarta, maju terus! Dan sementara perangkat-perangkat daerah dan pegawai pemerintahan yang lain bangga memakai mobil produksi luar, pasti Pak Walikota Solo bangga ya dengan mengendarai mobnas ini, saya setuju. Bagi saya tak ada salahnya ya ini sudah saatnya Indonesia menciptakan kebanggaannya sendiri di bidang otomotif. Bukan hanya memproduksi para korupsi, apakah aset dan kekayaan para koruptor hanya diambil lagi untuk dikorupsi para generasi korup selanjutnya? Apakah tidak bisa sebagian untuk mendanai dan investasi ke bidang yang positif ya salah satunya untuk mobi ini kan?" Antik Badarudien, Yogyakarta.

"Indonesia dengan kemajemukan masyarakatnya sudah seharusnya memiliki industri otomotif sendiri di tanah air tercinta ini."

Ferdinand G. A. Purba

"Saya bangga dengan keberhasilan siswa SMK yang mampu membuat mobil sendiri. Dengan ini dapat membuka lapangan usaha. Pemerintah harus bangga dan mau mendanai untuk mengembangkan karya anak bangsa ini." Arya, Semarang.

"Gegap-gempitanya respon terhadap mobil Kiat Esemka semata-mata sekedar kejutan psikologis. Ibarat setetes air di tengah teriknya padang pasir, terasa sangat berarti sekali untuk melepas dahaga. Dari pertimbangan teknis dan kelaikan jalan rasanya masih jauh. Momen kehadirannya memang sangat tepat, di mana masyarakat sedang merindukan lahirnya mobil nasional, Esemka bisa mewujudkanya. Apalagi yang melahirkannya anak-anak SMK. Makanya disambut penuh dengan ketakjuban. Bravo esemka, moga sukses." Tresna Nano, Cirebon.

"Sangat setuju jika kita menghidupkan kembali mobil buatan anak negeri, kegagalan yang terjadi kiranya dapat memacu kita untuk lebih baik. Cara yang tepat untuk kata bisa memajukan produksi kita yaitu dengan kita mau memakai produksi kita sendiri. Jika perlu diharuskan setiap aparat negara memakai mobil buatan kita. Kita perlu memiliki mobil nasional karena merupakn kebanggaan kita sebagai anak bangsa dan bukti kalau bangsa Indonesia mempunyai kemampuan yang sama dengan negara lain. Jangan kita takut akan kekurangan mobil kita tapi berusahalah untuk mencari kelemahannya." Fransisda Tiodora.F.SPsi., Tangerang Selatan.

'Kontribusi nyata'

"Sekarang sudah waktunya menyudahi wacana mobil nasional. Sekarang sudah waktunya menyusun tindakan konkret dalam membuat mobnas dengan tahapan-tahapan yang jelas dan terukur. Buat pesawat terbang saja bisa, masak buat mobil nasional kita tidak bisa. Ayo buat mobnas, wahai anak-anak bangsa Indonesia." Yusron, Kediri, Jawa Timur.

"Saya sangat bangga dengan para siswa SMK di Solo yang telah mampu membuat mobil, apalagi dapat di gunakan oleh Pak Walikotanya. Saya berharap ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk terwujudnya mobnas, dan pemerintah sudah seharusnya mendukung dan memberi kemudahan serta memfasilitasi usaha anak-anak bangsa yang sudah terbukti mampu membuat mobil tersebut.J angan terlalu mendengar komentar para pengamat yang terlalu banyak menghitung ini itu yang nantinya akan menghambat semangat untuk mewujudkannya." Edy Sutrisno, Pemalang.

"Mobil nasional penting sepanjang dapat menggerakan banyak elemen dan dapat memberikan kontribusi nyata secara ekonomi, sosial, dan dapat membuat kita 'stand up' ...about kiat esemka, harusnya pemerintah memberikan respect terhadap kemampuan locality dan mendapatkan 'spirit of fighting to tecnology' di jaman seperti sekarang..jangan sinis dan nyinyir apalagi memandang sebelah mata suatu upaya yang jelas-jelas membawa semangat membangun jati diri dari generasi the next". Adjid, Surabaya.

"Aku cinta produk dalam negeri. Maju terus kami mendukung." Supri Antono, Jember.

"Sudah banyak negara-negara di Asia selain Jepang telah memiliki mobil nasional, sebut saja Korsel, Cina, India dan Malaysia. Kehadiran mobil esemka yang mudah-mudahan menjadi cikal bakal mobil nasional. Memproduksi mobil nasional bukan hanya menjadikan negara Indonesia masuk dalam deretan negara yang mampu menguasai dan memproduksi teknologi otomotif tapi juga akan membangkitkan kembali kebanggaan akan kemampuan anak-anak bangsa." Muh Ismail, Makassar.

"Indonesia sudah mampu dan layak bikin mobil sendiri, aku apresiasi buat mobil buatan bangsa sendiri...harusnya kita bersatu untuk memajukannya, bukan malah menjatuhkan...terlepas dari itu semua memang harus memenuhi standard uji kelayakan, mari kita dukung." Mihaf Maulana, Riyadh.

"Zaman sekarang kita tidak boleh lagi berwacana, sekarang sudah waktunya membuat produksi mobil nasional, tentu untuk menopang ini harus ada kebijakan yang mendukung dari pemerintah dan mobil nasional ini sangat penting kerena setelah adanya produksi mobil nasional, maka akan memacu industri lain untuk bisa membuat produksi nasional. Seharusnya mobil nasional ini penting bukan hanya saat sekarang tapi seharusnya 30 tahun yang lalu dibuat. Tidak ada kata belum saatnya, yang ada adalah buat, buat dan buat." Marwan, Jakarta.

"Saat ini sudah saatnya Indonesia punya mobnas, optimis saja. Asalkan model teknologi, harga bersaing (lebih terjangkau/murah) dan kualitas tidak kalah dengan produk-produk asing." Edi Suhartono, Yogyakarta.

"Jika untuk memproduksi mobil nasional ini memang membutuhkan keterpaduan pelbagai disiplin ilmupengetahuan, saya yakin Indonesia punya banyak stok generasi cemerlang. Tampaknya, waktunya telah tiba bagi pemerintah untuk memberi ruang kepada mereka yang berinovasi, baik dari segi sokongan anggaran maupun aturan hukum. Sudah saatnya pula untuk menghimpun para inovator agar mereka bisa duduk bersama, bertukar gagasan, merancang semacam 'roadmap' (peta jalan) ke arah yang dikehendaki bersama." Iwan Sulistyo, Yogyakarta.

"Indonesia dengan kemajemukan masyarakatnya sudah seharusnya memiliki industri otomotif sendiri di tanah air tercinta ini. Jika hal ini berhasil di real kan oleh pemerintah maka akan berdampak positif bagi kemajuan bangsa, di mana industri otomotif ini dapat meningkatkan defisa negara dan menghemat belanja uang negara, juga dapat menampung tenaga kerja sehingga tidak perlu lagi mengirim tenaga kerja ke luar negeri." Ferdinand G. A. Purba, Tanjung Morawa.

"Sebagai anak putera Papua Barat saya juga senang dan mendukung mobil nasional Indonesia harus secepatnya beroperasi di seluruh tanah air. Jangan sia-siakan montir-montir anak-anak negeri sendiri. Sebab itu adalah hikmat dari Tuhan yang harus dihargai." Jhony Dawan, Sorong.

Hubungi kami

* Kolom harus diisi

(Maksimal 500 karakter)

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.