Pergolakan dan penegakan HAM di Suriah

Terbaru  9 Februari 2012 - 16:36 WIB
Pemberontak di Suriah

Penumpasan terhadap kelompok oposisi di Suriah diperkirakan akan semakin meningkat.

Sekjen PBB Ban Ki-Moon mengatakan kegagalan Dewan Keamanan menyepakati resolusi telah mendorong pemerintah Suriah mempergencar perang terhadap rakyatnya sendiri.

Pernyataan ini terkait langkah Rusia dan Cina yang memveto resolusi menuntut pemerintah Suriah menghentikan penumpasan terhadap rakyatnya sendiri. Alasan mereka, resolusi hanya akan memperumit krisis Suriah.

Resolusi Suriah diusulkan oleh Barat dan negara-negara yang tergabung di Liga Arab.

Liga Arab sebelumnya menurunkan tim pemantau di Suriah namun kemudian menarik misinya karena kekerasan terus berlanjut.

Sementara itu Turki menyatakan ingin membangun koalisi internasional untuk memaksa Suriah menghentikan serangan terhadap kantong-kantong oposisi.

Penumpasan terhadap gerakan prodemokrasi di Suriah yang terpusat di kota Homs memprihatinkan berbagai pihak di dalam maupun di luar Suriah. Mereka mengatakan aksi tersebut melanggar hak asasi manusia.

Pergolakan di Suriah, menurut sejumlah organisasi HAM dan aktivis, telah menelan korban jiwa lebih dari 7.000 orang sejak pergolakan dimulai Maret 2011.

PBB sekarang tidak lagi mengeluarkan angka perkiraan korban tewas di Suriah dengan alasan terlalu sulit untuk mengukuhkan data setelah jumlah korban tewas diperkirakan mencapai 5.400 pada Januari 2012.

Pemerintah Suriah di bawah komando Presiden Bashar al-Assad menegaskan pemerintah menghadapi kelompok-kelompok bersenjata yang mengganggu ketertiban umum. Pemerintah mengatakan sedikitnya 2.000 anggota pasukan keamanan tewas sejauh ini.

Komentar Anda?

Bagaimana komentar Anda tentang penanganan pergolakan di Suriah?

Apakah perjuangan demokrasi harus mengorbankan nilai-nilai hak asasi manusia?

Apakah pemerintah Suriah layak dibela karena berusaha menegakkan ketertiban dan berusaha mengurus masalah dalam negeri, atau perlukah dunia internasional mendukung intervensi asing?

Tentu Anda juga bisa memberikan pendapat di luar pokok-pokok di atas.

Jadi sampaikan komentar Anda di kolom yang tersedia. Jangan lupa cantumkan nama, kota dan nomor telepon sehingga kami bisa menghubungi untuk merekam komentar Anda.

Anda juga dapat menulis komentar melalui SMS dengan nomor +44 7786 20 00 50, dengan tarif sesuai yang ditetapkan operator telepon seluler Anda.

Komentar yang terpilih akan disiarkan di radio hari Kamis (16/2) dan juga di situs BBCIndonesia.com.

Ragam pendapat

"Kenapa Eropa dan AS atau NATO tidak ikut campur "mengamankan suasana" katanya pengusung HAM? Seperti yang pernah mereka lakukan di Libia? Apa karena Libia kaya minyak?"

Aggora

Berikut sejumlah komentar yang telah kami terima.

"Kalau menurut saya, memang benar HAM merupakan hak yang kodrat dari manusia sejak manusia dilahirkan tetapi buat apa memakai intervensi segala, mau jadi apa Suriah kalau seperti itu? Tetapi sebaiknya lebih baik kita harus mendukung Suriah dan HAM di negara tersebut." Muhammad Eko Wahyu. H, Balikpapan.

"Semua yang terjadi di Suriah pasti ada dalang intelektualnya, wajar kalau pemerintah Suriah mempertahankan kekuasaannya. Bertahan Suriah jangan sampai kejadian di Libia terulang kembali, coba kita pelajari di negara Mesir setelah penggulingan presidennya apakah aman, ternyata tidak." Usman, Bogor.

"Sebagai negara berdaulat Suriah wajar menumpas para pemberontak karena pemberontak mendapat suplai senjata dari AS cs dimana misi AS dengan jatuhnya Assad dapat menekan Iran demi mematuhi tuan besarnya yaitu Isarel. Jangan terkecoh dengan drama AS." Eiis, Banjarmasin.

"Isu HAM hanyalah akal akal AS dan kawan kawan untuk melakukan intervensi ke Suriah dalam rangka menjarah mimyak. Kalau hari ini kita mendukung langkah AS dan kawan kawan, maka besok Aceh dan Papua akan mengalami nasib yang sama yaitu dengan dalil HAM akan dipisahkan dari pangkuan NKRI. Jadi bangsa ini tidak boleh terjebak dengan permainan AS dan kawan kawannya." Aristides Mota, Bogor.

"Menurut saya, hal yang harus dilakukan adalah memboikot semua barang yang masuk ke Suriah dan hentikan perlakuan presiden Suriah dengan cara mengintervensi politik di sana dan mengasingkan presiden Suriah ke negara lain atau diadili dengan kasus HAM berat seperti Pak Suharto." Abu Nizar Alhalimi, Jakarta.

"Jadi akar masalahnya adalah kaum ulama pada awalnya berada di pihak rezim korup dan sekarang keadaan justru semakin memanas." Bertons, komunitas BBC Indonesia di Facebook.

"Patut dipertanyakan apa sebenarnya tugas dan fungsi pemerintah dalam hal ini pemerintah Suriah. Pemerintah bukan lagi untuk rakyat tapi untuk tetap tegaknya rezim." Willem Johanis Pinangkaan, komunitas BBC Indonesia di Facebook.

"Kenapa Eropa dan AS atau NATO tidak ikut campur "mengamankan suasana" katanya pengusung HAM? Seperti yang pernah mereka lakukan di Libia? Apa karena Libia kaya minyak?... Saatnya negara Muslim membantu rakyat Suriah dari perilaku genosida rezim Assad yang semakin brutal, apalagi ada dukungan Iran dan Cina atas kebrutalan Assad. Dan saya yakin Assad akan bernasib sama seperti Qadafi." Aggora, komunitas BBC Indonesia di Facebook.

Hubungi kami

* Kolom harus diisi

(Maksimal 500 karakter)

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.