Mengatur pakaian staf DPR

Terbaru  8 Maret 2012 - 16:51 WIB
Perempuan dengan rok mini

Gagasan pengaturan pakaian staf DPR menimbulkan kontroversi di masyarakat.

Badan Urusan Rumah Tangga DPR berencana memberlakukan peraturan untuk melarang para staf mengenakan pakaian yang dianggap seksi dan sebaliknya mereka diminta perpakaian sopan.

"Itu memang arahan BURT kepada sekjen DPR agar memastikan semua staf di DPR mengenakan pakaian yang sopan. Tidak yang seperti itu," kata Wakil Ketua BURT DPR, Refrizal, seperti diberitakan berbagai media.

Ketua DPR Marzuki Alie juga mengeluarkan komentar terkait banyaknya staf DPR yang mengenakan pakaian seksi.

Dia mengatakan perempuan yang mengenakan baju seksi dapat mendorong hasrat laki-laki berubah sehingga bisa menimbulkan tindakan asusila.

"Namanya laki-laki, pakaian yang tidak pantas itu yang menarik laki-laki berbuat sesuatu," kata Marzuki yang juga berpendapat banyaknya pemerkosaan timbul karena banyak perempuan mengenakan rok mini.

Kirim pendapat

Email: indonesia@bbc.co.uk

SMS: +44 77 86 20 00 50 (tarif sesuai operator telepon Anda)

Facebook: BBCIndonesia

Rencana pengaturan pakaian staf DPR sontak menimbulkan kontroversi publik. Sebagian sependapat dengan BURT dan ketua DPR namun banyak pula yang mengecam gagasan tersebut.

Komnas Perempuan mengatakan DPR seharusnya berkaca pada tindakan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang sebelumnya dikecam keras terkait pernyataannya bahwa pakaian wanita mengundang kejahatan di angkutan umum.

Menurut Ketua Komnas Perempuan Yuniyanti Chuzaifa, cara pandang yang melihat perempuan berpakaian dan menstigma rok mini merupakan tindakan keliru.

"Laki-laki lain ada yang sangat clear dengan perempuan, bisa dihargai, punya martabat dan tidak bisa dikurangi karena cara berpakaiannya," tegas Chuzaifa.

Pendapat Anda

Bagaimana pendapat Anda tentang rencana pengaturan pakaian staf DPR?

Apakah seharusnya DPR mengatur sopan santun berpakaian staf atau seharusnya berusaha membuat cara pandang agar lebih menghargai perempuan?

Menurut Anda, apakah kekerasan seksual berhubungan dengan pakaian yang digunakan, atau mungkin Anda berpandangan moralitas merupakan sebuah nilai yang berbeda?

Apa saja ukuran kesopanan pakaian kerja?

"Himbauan Pak Marzuki Alie ada baiknya, mengingat kultur ketimuran kita dan 90% penduduk Indonesia adalah Muslim. Namun hal ini tidak merupakan paksaan mengingat keberagaman budaya yang ada di Indonesia."

Rokib, Jakarta

Komentar Anda di luar garis-garis besar di atas tentu boleh saja asal 'sopan'.

Jadi silakan sampaikan komentar Anda di kolom yang tersedia. Jangan lupa cantumkan nama, kota dan nomor telepon sehingga kami bisa menghubungi untuk merekam komentar Anda.

Anda juga dapat menulis komentar melalui SMS dengan nomor +44 77 86 20 00 50, dengan tarif sesuai yang ditetapkan operator telepon seluler Anda.

Komentar yang terpilih akan disiarkan di radio hari Kamis (15/3) dan juga di situs BBCIndonesia.com.

Ragam komentar

Berikut sebagian komentar-komentar Anda.

"Setuju. Jangan pakai rok yang terlalu pendek. Minimal lewati lutut. Siswi-siswi di sekolah juga dilarang pakai rok di atas lutut. Apalagi di Makassar roknya harus panjang sampai mata kaki." Fatma Al Utsmany, komunitas BBC Indonesia di Facebook.

"Citra DPR yang sedang terpuruk dalam di mata publik tidak akan terangkat dengan pengaturan pakaian yang dikenakan stafnya. Apalagi ini mencuat karena diangkat Marzuki Ali, Ketua DPR sendiri." Rakean Agung, komunitas BBC Indonesia di Facebook.

"Pakaiannya yang tidak pantas ataukah pikirannya yang tidak pantas? Kurang mampu mengendalikan hawa nafsu." Karnatiranda, Jakarta.

"Jika belum mengerti budaya Indonesia tolong studi banding ke daerah tentang budaya berpakaian yang sopan dan sewajarnya. Kenapa DPR seperti kehilangan budaya negeri sendiri." Harri Kevin, Bandung.

"Himbauan Pak Marzuki Alie ada baiknya, mengingat kultur ketimuran kita dan 90% penduduk Indonesia adalah Muslim. Namun hal ini tidak merupakan paksaan mengingat keberagaman budaya yang ada di Indonesia." Rokib, Jakarta.

"Selayaknya wanita yang jadi anggota dewan berpakaian yang menutup aurat. Paling tidak rok panjang atau celana panjang desaign jas wanita. Ini lebih menimbulkan kesan elegan. Ingatlah wanita yang harus berpakaian ketat, terbuka, rok mini di atas lutut...itu tandanya wanita itu tidak yakin dirinya cantik." Qarnibal Thamrin, Palembang.

"Sangat setuju kalau anggota DPR pakaiannya lebih sopan soalnya mereka kan pemimpin. Kalau namanya pemimpin harus bisa dicontoh untuk rakyat." Asnawi, Jakarta.

Hubungi kami

* Kolom harus diisi

(Maksimal 500 karakter)

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.