Apa saja masalah perempuan?

Aktivis perempuan
Image caption Para aktivis menyerukan hak-hak perempuan dalam salah satu aksi di Jakarta.

Sebanyak 101 dari 650 kursi DPR saat ini diduduki oleh politikus perempuan dari berbagai partai politik yang menunjukkan kemajuan persentase dibandingkan data 2004 atau setahun setelah diberlakukan ketentuan kuota kursi untuk perempuan.

Namun apakah kenaikan proporsi itu berarti persoalan yang dihadapi perempuan di Indonesia juga semakin mendapat perhatian?

Sejumlah aktivis mengatakan tidak.

Mereka mencontohkan Undang-undang Ketenagakerjaan yang dinilai tidak memberikan perlindungan terhadap buruh perempuan meskipun UU tersebut dibuat setelah 18% kursi parlemen diduduki anggota perempuan.

Masalah itu hanya salah satu dari sebagian persoalan yang dihadapi perempuan Indonesia. Apa saja masalah-masalah penting yang lain?

Bagaimana memecahkan persoalan-persoalan itu?

Bagaimana kedudukan perempuan secara umum?

Silakan menyampaikan sumbangan pemikiran Anda dalam kolom tersedia atau tulis di Facebook BBC Indonesia.

Komentar terpilih akan disiarkan di acara FORUM Radio BBC Indonesia.

Komentar Anda

"Banyaknya kursi perempuan bukan jaminan ada perubahan pada nasib perempuan memang betul, hal ini disebabkan karena masih banyak perempuan yang memiliki pola pikir bahwa perempuan lebih inferior dari laki-laki dalam banyak hal, anggapan seperti ini harusnya diubah terlebih dahulu sehingga bisa memiliki keyakinan untuk memperjuangkan haknya nya untuk diakui. Para aktivis perempuan yang pola pikirnya lebih maju harus tampil lebih intens lagi di masyarakat untuk memperjuangkan hak-hak kaumnya." (Harry di Depok)

"Bukan dilihat dari prosentasenya tapi hendaknya dari kualitas aleg perempuan. Jadi memang benar-benar memperjuangkan hak-hak yang harus diperoleh perempuan di negeri ini. Memperjuangkan penindasan, penistaan atau pelecehan yg banyak diterima perempuan apalagi dari golongan bawah. Bukan lagi bicara berapa jumlah kursi tapi perlu dievaluasi berapa jumlah UU yang sudah diperjuangkan untuk perempuan." (Eti Dwi R di Tangerang Selatan)

"Masalah perempuan di Indonesia adalah ketidak setaraan gender yang masih kuat dalam masyarakat, maraknya trafficking dan kekerasan terhadap anak, lemahnya perlindungan hukum terhadap TKI , dan masalah tumbuh kembang anak, terutama perempuan amat nyata, yaitu kurang gizi, pendidikan rendah, dan tingginya angka kematian ibu bersalin." (AG Paulus di Purwokerto)

"Ketika kita bicara persoalan perrmpuan di Indonesia, maka masalah klasik yang hampir selalu muncul adalah diskriminasi terhadap mereka. Baik di bidang pendidikan, karier, maupun status sosial. Ini sudah lumrah baik di Indonesia maupun di Asia." (Tonny di Denpasar)

"Persoalan sangat banyak. Angka kematian ibu, penyelundupan manusia, buruh migran, dan partisipasi perempuan. Itu persoalan utama perempuan di Indonesia." (Ledia Hanifa, anggota DPR RI)

Berita terkait