Piala Dunia: antara pesta sepak bola dan unjuk rasa?

keamanan Hak atas foto Getty
Image caption Keamanan Piala Dunia di Brasil di tengah protes yang masih berlanjut.

Piala Dunia 2014 telah dimulai namun ancaman unjuk rasa masih ada dan membuat pihak penyelenggara untuk terus waspada.

Kemenangan Brasil atas Kroatia dalam pertandingan pembuka berujung pada pesta perayaan sampai Kamis malam (12/06) waktu setempat diwarnai dengan kembang api dan klakson mobil di kota-kota besar.

Turnamen bola dunia ini merupakan yang pertama di Brasil sejak 1950.

Namun di tengah hadirnya para bintang bola dunia ini, masih banyak warga Brasil yang kesal karena tingginya biaya sebagai tuan rumah yang mencapai US$11 miliar serta dugaan korupsi.

Banyak warga Brasil yang juga kesal dan menuntut agar dana sebesar itu sebaiknya digunakan untuk pendidikan, pembangunan rumah sakit, perumahan dan keperluan mendasar lain.

Namun banyak pula yang kesal dengan para pengunjuk rasa yang dianggap merusak suasana pesta olahraga ini.

"Orang berhak untuk mengeluh. Banyak masalah di Brasil. Namun mereka tidak berhak untuk melakukan kekerasan dan merusak Piala Dunia yang telah lama kami tunggu," kata Pedro Ribeiro, pengusaha di Belo Horizonte, Sao Paulo yang mengadakan pesta di rumahnya setelah kemenangan Brasil 3-1 atas Kroasia.

Protes kecil masih berlanjut termasuk sekitar 100 orang yang melakukan unjuk rasa sebelum pertandingan Swiss melawan Honduras di Brasilia Minggu (15/06).

Namun para pengunjuk rasa berhenti saat meraih garis batas polisi dan sepakat untuk bubar secara damai sebelum pertandingan dimulai.

Legenda sepak bola Brasil Pele mengatakan ia setuju dengan tuntutan para demonstran namun tidak sepakat dengan waktu unjuk rasa.

"Orang seharusnya berunjuk rasa saat Brasil terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia dan bukan sekarang saat turnamen akan segera dilangsungkan," kata Pele sebelum Piala Dunia dimulai.

Menjamin pelaksanaan Piala Dunia secara damai dan lancar atau menggunakan peluang turnamen besar ini untuk mengajukan protes?

Bila negara Anda penyelenggara turnamen besar seperti ini, mana yang lebih dipentingkan fasilitas umum untuk penduduk atau penyelenggaraan pesta olahraga besar?

Tulis komentar Anda di kolom yang disediakan. Jangan lupa nama serta asal kota Anda.

Cantumkan nomor telepon Anda bila bersedia dihubungi BBC untuk pendapat yang terpilih.

Komentar terpilih akan kami udarakan dalam Forum BBC Kamis (19/06) pukul 18:00 WIB.

Komentar Anda

Erwin Pardamean Hutagaluang, Facebook BBC Indonesia Setuju sama demonsttran

Rakjat Djelata, Facebook BBC Indonesia Jauhkanlah pemerintah Indonesia untuk bermimpi menjadi tuan rumah piala dunia sebelum semua fasilitas umum lengkap dan baik, serta rakyatnya yang sejahtera.

Adelino dos Santos Martins, Ermera, Timor Leste Pemerinhah Brasil seharunya mensejahterakan rakyatnya lebih dulu sebelum mengalokasikan anggaran pemerintah untuk pembangun infrastruktur piala dunia. Ibarat anak yang meronta akibat kelaparan ketika kita dikunjungi tamu. Hal ini menunjukkan kelemahan pemerintah Brasil dalam mempersiapkan pesta akbar ini.

Emma Laily Sufi, Facebook BBC Indonesia Buang-buang uang buat piala dunia. Rakyatnya sendiri tak terurus.

Yusron, Kediri, Jawa Timur Orang di daerah seperti saya melihat soal ini dengan gampang. Ukurannya apakah hajatan ini sudah mendesak untuk masyarakat kita? Apakah olahraga ini sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat daerah seperti Kediri? Mendatangkan banyak manfaatnya ataukah banyak mudharatnya untuk kepentingan rakyat banyak?

Fida Nastiti, Facebook BBC Indonesia Kenapa tidak memanfaatkan event ini buat mengais rezeki? Bikin sovenir..sewa rumah buat tamu...jual makanan...dan lain sebagainya bisa mensejahterakan kok. Buang-buang waktu buat demo, terlalu sempit pemikiriannya. Hanya yang pemalas yang tidak bisa melihat peluang.

Firman Alamsyah Sinaga, Galang Menurut saya FIFA sebagai lembaga sepakbola tertinggi dunia seharusnya mulai mengevaluasi dan memberi perhatian khusus mengenai sistem dan persyaratan dalam seleksi pemilihan suatu negara sebagai tuan rumah perhelatan terakbar ini. Bila perlu turut mengikutsertakan para ahli baik dalam bidang politik maupun ekonomi untuk benar-benar mengevaluasi, dan memprediksi kesiapan suatu negara untuk menjadi tuan rumah piala dunia.

AG Paulus Purwokerto Demo biasa tapi kalau anarkis jelas tak baik, ambigu Brazil, terkenal karena piala dunia 2014 di tengah minimnya fasilitas sosial bagi rakyat, minimnya gaji guru dan lain sebagainya.