Kontroversi kostum ala Nazi, wajar atau berlebihan?

Ahmad Dhani Hak atas foto AFP
Image caption Ahmad Dhani membuat video musik untuk menggalang dukungan bagi capres Prabowo.

Kostum yang disebut-sebut mirip seragam Nazi yang dipakai musisi Ahmad Dhani di video dukungan untuk capres Prabowo menjadi pembicaraan hangat dalam beberapa hari terakhir.

Seragam Dhani ini disayangkan sejumlah kalangan karena bisa mempopulerkan atau bahkan menyuburkan paham atau ideologi Nazi di Indonesia.

"Paham Nazi bisa tumbuh subur (di Indonesia), kalau orang tidak mengerti. Lama-lama paham itu bisa menjadi tindakan. Itu yang bahaya," kata ahli sejarah Bonny Triyana.

Bonny melihat kasus seperti ini muncul karena kurangnya pemahaman sejarah atas kekejaman Nazi dan ideologi fasis yang melatarinya.

Sebelumnya di Bandung muncul kafe dengan dekorasi bercorak Nazi.

Namun aksi Dhani memicu kontroversi lebih besar karena Indonesia akan menggelar pilpres dan video itu dipakai untuk menggalang dukungan bagi Prabowo-Hatta, salah satu pasangan yang berlaga di pilpres tersebut.

Kubu Prabowo-Hatta sendiri tidak menganggap serius kostum ala Nazi ini.

"Kita harus melihatnya dari ranah seni, jangan dari ranah yang lain," kata juru bicara tim pemenangan Prabowo-Hatta Radjasa, Sudrajat.

Pendapat Anda

Itu kecerobohan Dhani saja, tidak berfikir panjang. Tapi karena muncul di momen pemilihan presiden seperti ini, maka jadinya dibesar-besarkan. Ya begitulah politik. Jangan terlalu dianggap serius. (Radit Fisher via Facebook)

Tidak apa-apa. Ada yang suka memakai baju tentara, termasuk Ahmad Dhani. Itu hak masing-masing pribadi, sepanjang tidak merugikan orang lain, tidak mengganggu toleransi di Indonesia. Dengan Israel bisa toleran, mengapa dengan teman sebangsa selalu mencari kesempatan untuk bertengkar? (Mai binti Rastam via Facebook)

Masyarakat tidak paham apa itu fasisme, jadi kekhawatiran akan fasisme bakal tumbuh subur di Indonesia adalah pendapat yang tidak berdasar. Brantas itu korupsi, tak perlu khawatir Indonesia akan menjadi negara fasis. (Yusqi Muhamad via Facebook)

Ahmad Dhani terlalu vulgar dalam berkreasi dan mungkin saja dia tahu, NAZI dengan aliran fasisnya tak cukup punya kekuatan untuk kembali berkembang. Dan saya rasa Dhani hanya berkreasi seperti seorang seniman, yang pasti harus ada kontroversi. Dan dengan kontroversi dia bisa terkenal sampai Jerman. Masalahnya itu sebenarnya ada di penjiplakan lagu Queen, kata Wahyu Juliannga di Lampung Tengah. (Wahyu Juliangga, Lampung Tengah via email)

Menurut saya hal itu menunjukkan tidak adanya rasa empati terhadap orang atau negara yang mengalami dampak secara langsung dari tindakan Nazi. Seolah-olah adalah kebanggaan menggunakan atribut dan baju, yang merupakan salah satu otak pemusnahan banyak orang. Sayangnya orang yang berpendidikan tinggi di tim pemenangan Prabowo menganggap hal itu baik dan di acungi jempol. Ini sangat sangat memalukan dan tidak etis. (Pujo, Solo, via email)

Sangat berbahaya buat kandidat Prabowo, karena bisa ada penilaian kubu Prabowo bernau Nazi, meskipun saya tahu bahwa sebenarnya tidak seperti itu. (Rijal Adelansyah, Makassar, via email).