Seperti apa kabinet idaman?

Joko Widodo Hak atas foto EPA
Image caption Joko Widodo meminta masyarakat memberi masukan soal menteri mendatang.

Joko Widodo yang oleh KPU ditetapkan sebagai pemenang pilpres 2014 mengajak masyarakat memberi masukan tentang figur kabinet mendatang.

Melalui media sosial Jokowi meminta masyarakat mengusulkan nama-nama yang layak menjadi menteri, yang akan membantunya menjalankan roda pemerintahan.

Anggota tim sukses Jokowi, Aria Bima, mengatakan Jokowi akan memperhatikan masukan masyarakat ini.

"Saya pikir dalam dua bulan ke depan ini akan menjadi pembicaraan hangat di publik, dan tentunya tidak mungkin (usulan-usulan) itu tidak didengar sebagai masukan," kata Aria Bima.

Ia juga mengatakan Jokowi berkali-kali menekankan penyusunan kabinet akan dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah syarat, di antaranya Pancasilais, mendukung pluralisme, kompeten, dan bersih.

Menteri idaman

Kabinet jangan didasarkan pada sharing power atau bagi-bagi kekuasaan. Harus dipilih orang-orang yang memang profesional dibidangnya, memiliki kredibilitas yang tinggi, berjiwa nasionalis, dan yang bisa mengutamakan kepentingkan rakyat. (Wiji Prayitno, Cirebon)

Percuma, ini cuma pencitraan saja, seolah-olah melibatkan rakyat. Tidak akan ada gunanya, tidak akan mungkin didengar. Jokowi tidak punya wewenang. Semuanya sudah ditentukan, bahkan beberapa versinya sudah beredar di publik. (Denny Setiawan via Facebook)

Paling-paling nantinya tidak ada yang berkualitas. Semuanya sudah disusun oleh Ibu Megawati dan Pak Jokowi tinggal membacakan saja nama-namanya. (Agan Agus Suhana via Facebook)

Pilih menteri yang tidak mementingkan diri sendiri, kelompok, golngan atau suku dan ras, karena Indonesia ini milik semua golongan, bukan milik perorangan. Saya harap para menteri membuka lowongan pekerjaan sebanyak-banyaknya dan beri kesempatan bekerja bagi seluruh rakyat, supaya rakyat makmur dan sejahtera. Pengangguran menyebabkan banyak masalah di masyarakat. (Muhammad, Mataram)

Petinggi negara harus berani menyuarakan kebenaran, apa pun harganya. Tolong bahu-membahu memberantas korupsi dan dukung KPK. Juga memberantas narkoba. Junjung tinggi Pancasila, percayalah Indonesia pasti bisa dan tidak dianggap oleh sampah oleh dunia. Selamat bekerja! (Lina Sinaga via Facebook)

Saya ingin menteri yang suka blusukan, kalau perlu suka menyelam, juga suka bergerilya. (Anas Juliant via Facebook)

Menteri Dalam Negeri harus yang jago negoisasi karena dia berhadapan dengan kepala daerah yang dipilih langsung, jadi merasa sebagai presiden negara bagian yang berdaulat penuh. (Parlindungan Saragih via Facebook)

Saya ingin orang yang menduduki kabinet nanti layaknya Prabowo, yang memiliki integritas tinggi, berwibawa dan juga tegas terhadap kebatilan. (Muzhar via Facebook)

Berita terkait