Paedofil Australia peleceh 11 anak divonis 15 tahun

Robert Ellis Hak atas foto MADE NAGI / EPA
Image caption Robert Ellis menolak memberi pernyataan terkait hukuman yang dijatuhkan kepadanya.

Dalam persidangan pertama kasus paedofilia sejak diberlakukannya hukuman kebiri, seorang warga Australia berusia 70 tahun -yang dinyatakan bersalah melakukan pelecehan seksual terhadap 11 anak perempuan di bawah umur di Bali -divonis 15 tahun penjara.

Majelis Hakim di sidang di Pengadilan Denpasar yang diketuai Wayan Sukanila menyebut, Robert Andrew Fiddes Ellis, dinyatakan bersalah membujuk untuk melakukan perbuatan cabul terhadap sejumlah anak.

Hakim juga menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp2 miliar atau kurungan tambahan enam bulan penjara. Sidang mendasarkan hukuman pada UU No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dan pasal 65 ayat 1 KUHP.

Menurut hakim, perbuatan Ellis merupakan kejahatan berat yang merusak masa depan anak-anak. Ia juga menyebut, perilaku pedofilia Ellis merusak citra pariwisata Bali.

Vonis itu lebih rendah dari tuntutan jaksa ya menuntut hukuman 16 tahun penjara.

Ellis mengakui perbuatannya.

Diminta reaksinya oleh wartawan usai persidangan, Robert Ellis berkata lirih: "Saya tidak tahu, usia saya sudah 70 tahun."

Selain itu dia berulang kali menyatakan, "No Comment."

Namun pengacaranya, Yanuar Nahak, menyatakan Robert mengaku kecewa dengan keputusan itu dan mungkin akan mengajukan banding, kata wartawan di Bali, Gita Elhasni, yang melaporkan untuk BBC Indonesia.

Robert Ellis yang lahir di Melbourne 19 Juli 1946 datang ke Bali pada 2013 dengan visa pensiun yang berlaku lima tahun.

Merayu dengan belanja

Ellis kemudian berkenalan dengan dua warga Nyoman Seni dan Ni Ketut Wiwid yang memperkenalkannya dengan para korban. Nyoman Seni dan Ni Ketut Wiwid sejauh ini masih belum diketahui keberadaannya.

Untuk melakukan kejahatan seksual terhadap anak-anak itu, Robert Ellis membawa para korban ke rumahnya di Kuta atau Tabanan.

Sebelumnya, Ellis mengajak korban jalan-jalan dan berbelanja tas, sepeda, dan berbagai barang lainnya serta memberi uang.

Kadang kala Ellis berhasil membujuk korban untuk datang sendiri ke tempatnya.

"Terdakwa memandikan korban dengan sabun sehingga bisa meraba korban dan kemudian melakukan tindakan pelecehan," sebut Hakim.

Robert ditangkap pada bulan Januari 2016 setelah adanya pelaporan dari sebuah Lembaga Swadaya Masyarakata (LSM) yang bergerak dalam perlindungan anak.

Topik terkait

Berita terkait