Dahlan Iskan tuding 'diincar yang lagi kuasa,' Kejati membantah

Dahlan Iskan
Image caption Dahlan Iskan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelepasan aset sebuah BUMD di Jawa Timur

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menyatakan penetapan tersangka dan penahanan mantan menteri BUMN Dahlan Iskan "murni penegakan hukum".

Dahlan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelepasan aset sebuah badan usaha milik daerah Jawa Timur, ketika ia menjabat direktur utama perusahaan itu selama 2002 - 2004.

Pelepasan aset PT Panca Wira Usaha berupa 33 tanah dan bangunan itu diduga melanggar hukum dan merugikan negara miliaran rupiah.

Dahlan langsung ditahan setelah statusnya berubah dari saksi jadi tersangka pada Kamis (27/10). Ia ditahan di Lapas Kelas 1 Surabaya di Medaeng, Sidoarjo.

Kepada wartawan, ia mengaku "tidak kaget" dengan penetapannya sebagai tersangka. "Karena seperti yang Anda semua tahu saya memang diincar terus oleh yang lagi berkuasa," kata Dahlan.

Namun Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Dandeni Herdiana mengatakan tidak tahu apa dibicarakan Dahlan.

"Kami enggak ngerti sama sekali apa maksud yang bersangkutan ... Bagi kami tidak ada pesanan, tidak ada perintah dari siapapun juga. Ini murni pertimbangan yuridis dan untuk kepentingan penegakan hukum," kata Dandeni kepada Pijar Anugerah dari BBC Indonesia.

Karena tandatangan

Dandeni mengatakan, pihaknya menahan Dahlan selama 20 hari - dari 27 Oktober sampai 15 November - karena khawatir ia menghilangkan barang bukti dan mempengaruhi saksi. Bukti yang dikumpulkan penyidik berupa keterangan saksi, keterangan ahli, dan petunjuk lainnya.

Terkait tuduhan yang dikenakan kepada dirinya, Dahlan Iskan berdalih dia telah diperalat anak buahnya. "Biarlah seseorang yang mengabdi dengan setulus hati ... kemudian menjadi tersangka bukan karena makan uang, bukan karena menerima sogokan, tapi karena harus tanda tangan dokumen yang disiapkan anak buah," pungkas Dahlan.

Menanggapi pernyataan tersebut, Dandeni memandang Dahlan mencoba melemparkan kesalahan.

"Akan kita buktikan di persidangan bahwa yang bersangkutan tak hanya menandatangani tapi juga mengetahui apa yang ditandatanganinya itu," kata Dandeni.

Selain Dahlan, mantan manajer aset PT PWU Wisnu Wardhana ditetapkan sebagai tersangka pada kasus yang sama sejak awal Oktober lalu dan juga ditahan.

Menteri SBY yang ditahan

Dahlan Iskan menjadi yang terbaru dari jajaran kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ditahan karena diduga terkait kasus kriminal dalam era Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya, kejaksaan agung memperberat hukuman mantan menteri ESDM Jero Wacik menjadi 8 tahun penjara karena terbukti menggunakan dana operasional menteri untuk kepentingan pribadi.

Pada Senin (24/10) mantan menteri kesehatan Siti Fadilah ditahan KPK sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan alat kesehatan untuk kebutuhan Pusat Penanggulangan Krisis Kementerian Kesehatan dari daftar isian pelaksana anggaran. Ia diduga menerima uang dari Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan Rustam Syarifuddin Pakaya, yang divonis dengan hukuman 4 tahun penjara.

Dahlan Iskan sendiri sebelumnya telah dibidak dengan berbagai kasus, antara lain kasus mobil listrik dan kasus korupsi pembangunan gardu listrik.