Jokowi-Prabowo makan nasi goreng dan naik kuda bersama jelang 'demo besar 4 November'

Prabowo Subianto dan Joko Widodo
Image caption Prabowo Subianto dan Joko Widodo sudah pernah beberapa kali bertemu usai pemilihan presiden 2014.

Pesan untuk menjaga kesatuan bangsa muncul dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan mantan rivalnya, Prabowo Subianto, di kediaman Prabowo di Desa Bojongkoneng, Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat, hari Senin (31/10).

Saat ditanya wartawan apakah pertemuan ini dilakukan untuk mengantisipasi rencana demo besar-besaran yang akan dilakukan pada 4 November nanti, Prabowo mengatakan, "Jangan sampai, katakanlah, ada unsur-unsur yang mau memecah belah bangsa."

"Saya selalu berharap suasana baik, sejuk. Presiden (Joko Widodo) juga sepintas tadi menyatakan demo adalah hak konstitusional, beliau juga ingin yang baik, kondusif, itu yang kita inginkan. Kita negara majemuk, banyak suku, banyak agama, banyak ras, kalau ada masalah marilah kita selesaikan dengan sejuk, damai," kata Prabowo lagi.

Menanggapi Prabowo, Presiden Joko Widodo mengatakan, bahwa dia dan tokoh-tokoh agama serta politik 'ikut mendinginkan suasana, memberi kesejukan' terkait pilkada.

"Saya kira, kita di dalam tertawa bareng-bareng, bahwa rivalitas itu ada pada saat pilpres, itulah demokrasi, tapi setelah itu kita bahu-membahu membangun negara dari segala sisi. Mungkin nanti 2019 bisa saja ada rivalitas lagi, tapi setelah itu bahu-membahu lagi," kata Presiden Joko Widodo.

Presiden yang akrab disapa Jokowi tersebut menambahkan, "Kami bicara banyak hal yang makro tentang bangsa dan kebangsaan kita, makro politik kita, beliau banyak sekali masukan dan pemerintah kita sangat menghargai apa yang disampaikan Pak Prabowo."

Dalam kunjungannya ke Hambalang, Presiden dijamu nasi goreng dan naik kuda bersama oleh Prabowo.

Ini adalah ketiga kalinya dua rival ini bertemu. Pertemuan pertama mereka usai pemilu terjadi pada Oktober 2014, sebagai bagian dari 'safari politik' Jokowi menjelang pelantikannya pada 20 Oktober 2014.

Prabowo, yang menjabat sebagai 'orang nomor satu' di Partai Gerindra, kemudian mendatangi Presiden Jokowi di di Istana Kepresidenan Bogor, pada Januari 2015 dan menggelar pertemuan terututup.

Siaga 1

Polisi dan TNI sudah berada dalam kondisi siaga 1 menjelang rencana aksi demonstrasi besar yang rencananya akan digelar pada Jumat (04/11) nanti.

Mabes Polri, menurut Kepala Divisi Humas Mabes Polri Boy Rafli Amar, direncanakan menyiagakan sekitar 7.000 personel polisi, termasuk Brimob, untuk mengamankan unjuk rasa berbagai organisasi massa Islam yang menuntut agar polisi menangkap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok karena dianggap menistakan agama saat menggunakan Surat Al-Maidah dalam pidatonya beberapa waktu lalu.

Namun menurut Boy, tidak ada pengamanan khusus dalam demonstrasi tersebut meskipun sekitar 700 Brimob rencananya akan dikerahkan.

Topik terkait

Berita terkait