Diduga kelebihan penumpang, kapal TKI karam, 18 meninggal

Kapal TKI Hak atas foto Getty Images
Image caption Insiden tenggelamnya kapal yang membawa warga Indonesia dari Malaysia sudah beberapa kali terjadi.

Kapal speedboat yang membawa 93 tenaga kerja Indonesia dari Johor, Malaysia, tenggelam di perairan Tanjung Bemban, Batam, Riau, hari Rabu (02/11), menyebabkan setidaknya 18 orang meninggal dunia dan 36 orang dinyatakan hilang.

"Pencarian akan melihat kondisi di lapangan, kalau masih memungkinkan maka akan diteruskan," kata Hardin dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau kepada BBC Indonesia, Rabu petang.

Korban yang ditemukan telah dibawa ke sejumlah rumah sakit terdekat di kota Batam, ia menambahkan.

Menurut Hardin, kapal tenggelam akibat cuaca ekstrem di perairan sekitar Batam. "(Kapal) terkena badai, kemudian speedboat terbawa arus sehingga menabrak karang," tuturnya.

Ia juga memperkirakan speedboat yang membawa TKI tersebut kelebihan penumpang.

"Ada beberapa jenis speedboat. Kalau melihat kondisinya, ini mungkin kelebihan muatan (penumpang). Kapal dengan kondisi seperti ini bahaya untuk ditumpangi. Kapasitasnya mungkin setengahnya saja (sekitar 45 orang)," kata Hardin.

Berenang dua jam

Hak atas foto Reuters
Image caption Tenggelamnya kapal speedboat yang membawa TKI di perairan Batam menyebabkan setidaknya 18 orang meninggal dunia.

Kondisi ini dibenarkan oleh Haryanto, pria berusia 51 tahun yang selamat dalam insidden ini.

"Padat dengan penumpang, beberapa di antara kami bahkan tak bisa duduk," katanya kepada kantor berita Associated Press.

Ia selamat setelah berenang selama dua jam dan kemudian terlihat oleh nelayan setempat.

Keterangan yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan kapal speedboat berpenumpang TKI berangkat dari pelabuhan Johor pada pukul 03.40 waktu Malaysia.

Sekitar pukul 05.00 WIB, speedboat menabrak karang ketika melintasi Perairan Tanjung Bemban, Batu Besar sehingga oleng dan tenggelam.

Saat ini tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, SAR Batam, BPBD Provinsi Kepulauan Riau, beserta nelayan terus melakukan pencarian korban di sekitar lokasi kejadian.

Hardin mengatakan, fokus saat ini adalah evakuasi dan identifikasi korban.

Insiden tenggelamnya kapal yang mengangkut warga Indonesia dari Malaysia sudah beberapa kali terjadi.

Juli lalu, sedikitnya 10 orang WNI meninggal dunia setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam di Pantai Batu Layar, Johor, Malaysia.

Berdasarkan catatan Kementerian Luar Negeri, sejak 2013 telah terjadi tujuh peristiwa tenggelamnya kapal pengangkut WNI. Dari tujuh peristiwa tersebut tercatat sedikitnya 152 orang meninggal dunia dan hilang.

Banyak faktor ditengerai menjadi penyebabnya, salah satunya adalah sulitnya pengawasan di lapangan.

Topik terkait

Berita terkait