TNI melihat kesamaan gejala demo 4 November dengan Arab Spring

Polisi Hak atas foto EPA
Image caption Polri akan mengerahkan tak kurang dari 7.000 personel untuk mengamankan demonstrasi di Jakarta pada 4 November.

Rencana demonstrasi 4 November di Jakarta dan polemik yang menyertainya membuat Kepala Puspen TNI, Brigjen Wuryanto, mengangkat peristiwa Arab Spring yang terjadi di sejumlah negara di Timur Tengah.

Arab Spring dimulai pada pertengahan Desember 2010 di Tunisia dan menyebar ke beberapa negara lain di kawasan pada awal 2011, yang ditandai dengan aksi massa, baik yang berjalan damai maupun yang diwarnai kekerasan.

"Rangkaian Arab Spring dimulai dengan gejala yang sama, ada perbedaan di dalam negeri, yang ditunggangi kelompok-kelompok luar, ada kelompok bersenjata lain, hingga campur tangan dari negara lain," kata Wuryanto kepada BBC Indonesia, hari Rabu (02/11).

"Apa yang terjadi di Indonesia belum sampai ke sana. Cuma kami ingin mengingatkan kepada masyarakat, jangan sampai kita mengalami ekses negatif dari kejadian seperti yang berlangsung di Timur Tengah," tambahnya.

Unjuk rasa 4 November diserukan untuk menekan pemerintah menangani secara serius kasus dugaan penistaan Islam yang diduga dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ahok sendiri sudah dilaporkan ke polisi dan kasusnya saat ini tengah berjalan.

Gubernur yang maju di pemilihan gubernur Jakarta Februari 2017 tersebut dituduh menghina Islam saat menyinggung tentang ayat 51 Surat Al-Maidah, ketika bertemu dengan masyarakat, September lalu.

Ahok sudah meminta maaf dan memberikan penjelasan bahwa dirinya sama sekali tak bermaksud menistakan Islam atau menyinggung perasaan umat Islam.

Brigjen Wuryanto mengatakan TNI dan Polri sudah menyiapkan antisipasi hal-hal yang tak diinginkan dari demonstrasi 4 November.

"Kami bertukar informasi dengan Polri terkait dengan kegiatan massa yang berunjuk rasa," kata Wuryanto.

"Kami meminta masyarakat untuk tak mudah terpengaruh, jangan terprovokasi, dan kami harap semua pihak menahan diri," katanya.

TNI sudah menyiapkan personel untuk mengamankan rangkaian pilkada dan demonstrasi pada 4 November dengan menyiagakan 1.500 personel yang akan diperbantukan jika ada permintaan dari Polri.

Polri sendiri menyiapkan 7.000 anggota untuk mengamankan demonstrasi tersebut meskipun jumlahnya disebutkan dapat disesuaikan dengan keperluan.

Topik terkait

Berita terkait