Presiden Jokowi tunda kunjungan ke Australia

Jokowi Hak atas foto Kris-Biro Pers Setpres
Image caption Presiden Jokowi didampingi Panglima TNI dan Menkopolhukam memberikan keterangan pasca kerusuhan.

Presiden Joko Widodo menunda kunjungan kenegaraan ke Australia menyusul kekerasan yang terjadi pascaaksi damai yang menuntut "penangkapan" Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, Jumat (4/11).

Presiden Joko Widodo memutuskan menunda agenda kunjungan kenegaraannya ke Australia, melihat situasi dan kondisi terkini di Indonesia. Rencananya, Jokowi akan memulai kunjungan ke Australia pada Sabtu malam sampai 8 November mendatang.

Pembatalan kunjungan ini telah disampaikan Presiden Jokowi kepada Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull.

"Presiden Joko Widodo sendiri sekitar pukul 10.30 WIB tadi telah menghubungi Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull untuk menyampaikan kabar penundaan kunjungan tersebut. Presiden juga telah menugaskan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk membahas ulang penjadwalan kunjungan tersebut," seperti disampaikan dalam pernyataan tertulis Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Aksi damai yang menuntut proses hukum terhadap Ahok ini, berubah menjadi rusuh sekitar pukul 19.30. Massa yang masih berada di depan Istana Merdeka berusaha mendobrak barikade polisi, kemudian aparat membubarkan massa dengan gas air mata.

Polisi periksa 10 orang terduga provokator kerusuhan pascaaksi damai "tangkap Ahok"

UU penodaan agama dianggap diskriminatif dan tak sesuai HAM

"Aktor politik memanfaatkan situasi"

Presiden Joko Widodo melakukan rapat terbatas pada Jumat tengah malam dan menyampaikan terimakasih kepada ulama yang memimpin aksi damai pada Jumat lalu.

"Sebagai negara demokrasi, kita menghargai proses penyampaian aspirasi melalui unjuk rasa yang dilakukan pada pagi hari, dengan cara-cara tertib dan damai. Terimakasih kami sampaikan kepada para ulama, para kyai, para habib dan para ustad yang telah mempin umatnya menyejukkan sehingga sampai maghrib tadi berjalan tertib dan damai."

Namun, presiden menyesalkan aksi kemudian menjadi rusuh di malam hari.

"Dan kita lihat telah ditunggai oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi," ujar Presiden Jokowi.

Hak atas foto AFP
Image caption Polisi telah menangkap 10 orang terduga provokator dalam aksi di depan Istana Jumat malam.

Presiden juga mengatakan dalam pertemuan perwakilan pengunjuk rasa dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla disampaikan akan proses hukum terhadap Basuki Tjahaya Purnama akan dilakukan secara tegas, cepat dan transparan.

Dalam keterangan pers itu, presiden juga menyampaikan apresiasi terhadap aparat keamanan yang telah melakukan pendekatan persuasif dalam mengamankan unjuk rasa damai yang digelar sejumlah ormas Islam.

Berita terkait