Demo 'dijamin damai', sebagian warga was-was

Jakarta, Polisi Hak atas foto EPA/BAGUS INDAHONO
Image caption Sebanyak lima kompi polisi ahli zikir akan ikut dikerahkan untuk pengamanan unjuk rasa 4 November.

Aksi demonstrasi massa yang menuntut penyelesaian hukum kasus dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dijanjikan akan berlangsung damai, meski begitu polisi dan TNI melakukan antisipasi dengan menurunkan satuan khusus.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan, mengatakan bahwa aksi pada Jumat (04/11) akan "berjalan damai", sesuai komitmen yang disampaikan oleh Ketua Front Pembela Islam Rizieq Shihab kepadanya.

"Yang bersangkutan menyampaikan sesuai komitmen, kami bertemu dengan Pangdam di rumahnya (Rizieq Shihab) di kawasan Puncak bahwa rutenya hanya itu, dan bahkan kemarin menyampaikan bahwa setelah yang bersangkutan atau dalam hal ini wakil-wakilnya menyampaikan petisi, ke Istana, ke perwakilan presiden, maka (demonstran) akan bubar," kata Iriawan pada wartawan di Jakarta.

Rencananya massa akan mulai bergerak seusai salat Jumat dari Masjid Istiqlal, kemudian berjalan kaki ke depan kantor Wakil Presiden, Balai Kota, lalu menuju Istana Negara.

Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah menegaskan bahwa mereka akan tetap berkantor seperti biasa di kantor Kepresidenan, walaupun ribuan orang diperkirakan akan menggelar unjuk rasa di depan Istana Merdeka.

"Saya yakin betul, karena ini dilaksanakan di hari Jumat, hari yang mulia, pasti masyarakat atau teman-teman yang berdemo itu memaklumi hari Jumat ini ialah hari ibadah. Apalagi ini dilaksanakan dengan alasan agama. Islam itu rahmatan lil 'alamin, kalau ada yang merusak bukan rahmat itu," kata Jusuf Kalla.

Kalla juga menepis kekhawatiran demo itu berakhir rusuh dan dampaknya bisa merembet ke masalah pertumbuhan ekonomi.

Tentara siap membantu

Polisi dilaporkan akan menurunkan 18.000 personel untuk mengamankan demonstrasi serta pusat perkantoran, perbelanjaan, dan jalan umum. Selain personel berseragam, Polda Metro Jaya juga akan menurunkan polwan berjilbab dan satuan polisi yang ahli berzikir.

Hak atas foto EPA
Image caption Polisi rencananya akan menurunkan 18.000 personel untuk mengamankan aksi demonstrasi pada 4 November.

"Kita pun punya polwan juga, untuk humanis di depan nanti, kemudian juga kita punya kompi yang memang ahli-ahli dalam berzikir, kita akan juga lakukan itu di lapangan apabila dibutuhkan nanti. Kalau yang berzikir antara 500, polwannya 300," kata Iriawan.

Sebelumnya Kepala Puspen TNI Brigjen Wuryanto mengatakan melihat kesamaan gejala demo 4 November ini dengan gerakan unjuk rasa massal di beberapa negara di Timur Tengah, yang dikenal dengan julukan Arab Spring.

"Apa yang terjadi di Indonesia belum sampai ke sana. Cuma kami ingin mengingatkan kepada masyarakat, jangan sampai kita mengalami ekses negatif dari kejadian seperti yang berlangsung di Timur Tengah," kata Wuryanto.

Hak atas foto GOH CHAI HIN
Image caption FPI mengatakan bahwa dalam demo 4 November ini, setidaknya sudah ada 200.000 ribu orang yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia untuk melakukan aksi.

TNI sudah menyiapkan personel untuk mengamankan rangkaian pilkada dan demonstrasi pada 4 November dengan menyiagakan 1.500 personel yang akan diperbantukan jika ada permintaan dari Polri.

Tetap was-was

Terlepas dari berbagai upaya pengamanan yang dilakukan oleh polisi dan TNI serta langkah Presiden dan Wakil Presiden untuk meyakinkan masyarakat, namun kekhawatiran akan kemungkinan buruk dalam demonstrasi Jumat ini tetap ada, terutama pada beberapa warga etnis Tionghoa yang ditemui BBC Indonesia di kawasan pusat elektronik Glodok, Jakarta Barat.

Wei Kang, seorang pemilik toko sound system, mengatakan, "Namanya (demo) gitu ya, mau gimana lagi kan? Kita masih belum tahu ya, aman atau enggak, mudah-mudah sih aman aja, buat kami yang berdagang."

Sementara Tommy, seorang pemilik toko televisi, mengatakan, "Kalau waktu kampanyenya kita tidak takut. Tapi pulang, bubarnya dari kampanye, takutnya ada kerusuhan, itu aja. Takutnya ada bahaya-bahaya kecil-kecilan gitu. Kita doain supaya terkendali lah, aman."

Juru bicara FPI Munarman mengklaim bahwa sejauh ini sudah ada 200.000 orang dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti Aceh, Sulawesi, dan Makassar.

Menurut Munarman, peserta menginap di 'semua titik yang sudah ditentukan' termasuk sejumlah masjid atau musala yang menawarkan akomodasi gratis.

Beberapa dari mereka yang ditemui oleh BBC Indonesia mengaku datang dengan biaya sendiri.

Seseorang yang mengaku bernama Nurdin mengaku datang dari Yogyakarta dan mengaku mengikuti unjuk rasa, karena terpanggil sebagai sesama Islam yang bersaudara melawan pelecehan terhadap kitab suci kita.

Di dekat markas FPI, BBC bertemu dengan seorang pria bernama Ahmad Shanjy, yang mengaku sebagai Panglima daerah FPI wilayah Aceh.

Menurutnya, rombongan FPI Aceh yang telah tiba di Jakarta berjumlah 600 orang dengan 100 menginap di wilayah Petamburan sementara 500 lainnya di Masjid Istiqlal.

Lebih lanjut dirinya mengaku telah menghabiskan Rp2 juta untuk ongkos perjalanan ke Jakarta. "Tapi saya tidak tahu bakal pulang kapan."

Topik terkait

Berita terkait