Kapolri: Waspadai penyusupan kelompok garis keras

Kapolri Hak atas foto Reuters
Image caption Temuan intelijen, menurut Kapolri Tito Karnavian, ada orang-orang yang menjadi bagian dari kelompok garis geras itu berada di antara pengunjuk rasa.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta para pengunjukrasa di depan Istana Merdeka, Jumat (04/10) agar mewaspadai kemungkinan disusupi oleh kelompok garis keras.

"Kita perlu mewaspadai ada beberapa komponen, yang juga kami antisipasi," kata Tito kepada wartawan di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (04/11) siang.

Temuan intelijen, menurutnya, ada orang-orang yang menjadi bagian dari kelompok garis geras itu berada di antara pengunjuk rasa.

"Ada komponen-komponen garis keras termasuk jaringan-jaringan dulu yang pernah melakukan teror itu juga ada," kata Tito.

Tito tidak menjelaskan jati diri dan latar belakang orang-orang yang disebut sebagai anggota kelompok garis keras.

Karenanya, Kapolri meminta para pengunjuk rasa untuk mewaspadai kemungkinan penyusupan oleh kelompok tersebut.

"Tolonglah jangan sampai di tengah aksi ini merusak semua niat baik dari pada aksi ini sendiri," tandasnya

Menahan diri

Dirinya juga meminta massa untuk mampu menahan diri dari kemungkinan terjadinya gesekan selama unjuk rasa berlangsung.

"Karena ini jumlahnya besar, psikologi massa akan terjadi dinamika kelompok namanya group dymanic, group psychology."

"Itu akan terjadi di mana rasionalisme setiap orang jadi hilang dan mudah sekali larut dan ikut dalam psikologi massa yang kadang kadang mudah untuk digerakan oleh para orator," paparnya

Tito kemudian mengingatkan orasi selama demo tidak menghujat. Masyarakat juga dihimbau agar tidak asal mengunggah atau membagikan berita yang belum diketahui kebenarannya ke media sosial.

Berita terkait