Demonstrasi 'tolak Ahok' berujung bentrok

demo fpi Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Massa pengunjuk rasa bentrok dengan aparat kepolisian di depan Istana Merdeka, Jumat (04/11) malam

Aparat kepolisian menembakkan gas air mata untuk membubarkan unjuk rasa 'tolak Ahok' yang sebagian masih mencoba terus bertahan di sekitar depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (04/11) malam.

Sampai pukul 20.00 WIB, sebagian kecil pendemo terus bertahan, demikian lapor wartawan BBC Indonesia, Ging Ginanjar, yang berada di antara kerumunan massa di sekitar Istana Merdeka, Jakarta.

Mereka berorasi yang intinya menyatakan kecewa atas sikap pemerintah terhadap tuntutan mereka agar Gubernur DKI Jakarta segera diproses hukumnya.

Dalam aksinya, beberapa pendemo melemparkan benda-benda seperti batu, botol air kemasan ke arah aparat kepolisian.

Polisi kemudian membalas dengan menembakkan gas airmata dan semprotan air ke arah kerumunan pengunjukrasa, lapor wartawan BBC Indonesia, Mehulika Sitepu dan Christine Franciska dari lokasi unjuk rasa.

Sejumlah laporan menyebutkan seorang anggota polisi terluka akibat lemparan benda tumpul, tetapi belum ada klarifikasi tentang kebenaran informasi tersebut.

Sementara, dua mobil truk milik kepolisian dilaporkan telah dibakar oleh massa di dekat Istana Merdeka.

Laporan wartawan BBC menyebutkan, sejumlah mobil ambulans terlihat menuju dan meninggalkan lokasi bentrokan.

Pasukan polisi-TNI tambahan

Pasukan polisi yang menggunakan sepeda motor juga terlihat menuju arah Istana Merdeka, kata wartawan BBC Indonesia, Oki Budhi, sekitar pukul 20.15 WIB.

Sekitar 20.30 WIB, sejumlah truk yang membawa pasukan TNI terlihat menuju Istana Merdeka.

Sebelumnya, perwakilan pengunjuk rasa telah bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor wapres untuk membahas tuntutan demonstrasi.

Hasil pertemuan itu menyimpulkan bahwa pemerintah berjanji mempercepat proses penyelidikan kepolisian terhadap kasus dugaan penistaan agama dengan terlapor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Tetapi perwakilan pendemo tidak dapat menjamin hasil pertemuan itu akan membuat unjuk rasa akan diakhiri.

Pimpinan pengunjuk rasa sejak awal menuntut agar mereka ditemui oleh Presiden Joko Widodo. Namun permintaan mereka ditolak, dan Wapres Jusuf Kalla ditunjuk sebagai penggantinya.

Topik terkait

Berita terkait