Jabar dilanda banjir, ribuan warga Karawang mengungsi

Garut Hak atas foto AP
Image caption Aparat TNI dan warga berupaya untuk mengevakuasi motor dari wilayah banjir dan tanah longsor di Garut Jabar (23/09).

Lebih dari 6.000 orang mengungsi dan 19.669 jiwa terdampak banjir di Karawang, Jawa Barat. Banjir juga merendam sawah di daerah yang dikenal sebagai lumbung padi ini, seperti disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan ada 133 Hektar sawah yang terendam banjir daerah yang terparah adalah di Desa Tanjungpura dan Desa Karawang Kulon.

"Yang terkena banjir di Desa Tanjungpura ada 1.553 unit rumah dan Desa Karawang Kulon 1.018 unit rumah, banjir juga merencam 5.776 unit rumah, 4 unit bangunan sekolah, 12 Masjid ," jelas Sutopo dalam keterangan tertulisnya.

Sementara di Kecamatan Telukjambe Timur di Desa Wadas terdapat 1.083 unit rumah terendam banjir.

Banjir terjadi di lima kecamatan di Kabupaten Karawang, dengan ketinggian 20-300 centimeter.

BNPB menyebutkan upaya penanganan darurat banjir, evakuasi dan distribusi bantuan telah dilakukan ke warga yang terdampak.

Banjir juga sempat terjadi di jalan tol Cikampek di daerah Cikarang Pusat, akibat meluapnya sungai setelah hujan lebat.

Sementara di kota Bandung, akhir pekan lalu banjir melanda untuk kedua kalinya, melumpuhkan sebagian besar pusat kota. Termasuk stasiun kereta dan rumah sakit.

Ada pun di kabupaten Bandung, banjir tahunan kembali melanda berbagai wilayah -khususnya di kawasan selatan.

Pada September lalu, banjir dan tanah longsor terjadi di Garut Jawa Barat menewaskan lebih dari 30 orang, dan menghancurkan hampir 200 rumah.

Berita terkait