Gelar perkara Ahok sekadar 'belanja masalah'

Ahok. Hak atas foto AP
Image caption Sesudah hadir memenuhi panggilan Bareskrim beberapa waktu lalu, Ahok memilih tak hadir dalam gelar perkara yang ditudingkan padanya,

Gelar perkara laporan dugaan penistaan agama yang melibatkan gubernur Jakarta Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama sempat ditunda sekitar 1 jam untuk istirahat salat, sebelum kemudian semuanya kembali ke dalam ruangan. Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono menuturkan, sejauh ini yang dilakukan adalah pemaparan hasil penyelidikan dari penyidik dengan bukti-buktinya.

"Dan tadi kita putar videonya. Kemudian penyidik membacakan bagian penting dari hasil wawancara dari semua saksi yang kita mintai keterangan, sekitar 40-an." katanya kepada wartawan.

Disebutkan, yang hadir tidak semua, dan hanya perwakilan saja. "Enam dari pihak pelapor dan enam dari pihak terlapor. Penyidik juga mendatangkan lima orang ahli."

Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono menyebut, setelah penyidik melakukan pemaparan, pelapor menanggapi dengan menambah keterangan, bukti, atau koreksi.

Namun, kata Ari Dono, "Kegiatan (gelar perkara) ini ini belum akhir dari kegiatan penyelidikan, tetapi ibaratnya belanja masalah."

"Setelah mendengarkan dari berbagai pihak kita akan merumuskan untuk rekomendasi penyidik apakah perkara ini cukup bukti ketika dilanjutkan ke penyidikan atau dianggap bukan tindak pidana sehingga tidak diteruskan," kata Ari Dono pula seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Pijar Anugerah,

Sementara itu, pendiri FPI Rizieq Shihab yang merupakan salahs atu pelapor, menuturkan selama sesi pertama gelar perkara tidak ada perdebatan antara pelapor dan terlapor. "Para penyidik memaparkan hasil proses hukum yang telah mereka laksanakan," kata Rizieq.

Ketika ditanya tanggapannya tentang pemaparan tersebut. Ia menjawab, "Kita sampai saat ini belum bisa memberikan pendapat apapun, kita lihat dulu perkembangannya."

Berita terkait