Polisi 'antisipasi' reaksi gelar perkara Ahok

Boy Rafli Amar, polisi Hak atas foto BBC Indonesia/Pijar Anugerah
Image caption Juru Bicara Polri Irjen Pol. Boy Rafli Amar memberikan pernyataan pers di depan ruang rapat utama (rupatama) Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Kesimpulan atas gelar perkara Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dalam kasus dugaan penistaan agama, rencananya baru akan diumumkan Rabu (16/11).

Gelar perkara yang berlangsung hari ini dilakukan tertutup untuk para wartawan walau sebelumnya sempat dijanjikan akan digelar terbuka dengan peliputan media secara langsung.

Juru bicara Kepolisian Republik Indonesia, Irjen Pol Boy Rafli Amar, menjelaskan kepada para wartawan bahwa dalam gelar perkara ini, penyidik sudah menyampaikan kepada kepada pihak-pihak terkait keterangan dari saksi pelapor, pihak terlapor, maupun para ahli dari pihak pelapor serta ahli dari penyidik.

Dia juga menambahkan bahwa polisi sudah mengantisipasi reaksi masyarakat tanpa menjelaskan rinciannya.

"Para ahli dari masing-masing pihak diberikan kesempatan selama satu jam oleh pimpinan gelar untuk menyampaikan hal yang belum dibacakan dalam berita acara terdahulu," tutur Boy.

Boy tidak bersedia menyebutkan nama para ahli yang ditunjuk oleh pihak penyidik namun hanya mengatakan ditunjuk berdasarkan latar belakang keilmuan masing-masing, baik dari bidang pidana, bahasa, maupun agama.

"Latar belakang keilmuan tidak bisa disangsikan lagi, umumnya mereka adalah doktor dan guru besar yang tentunya memiliki kapasitas untuk memberikan pendapat keahliannya."

Hak atas foto AFP
Image caption Demonstrasi berlangsung pada Jumat 4 November untuk mendesak dugaan penistaan agama oleh Ahok diteruskan secara hukum.

Ahok sendiri tidak hadir dalam gelar perkara ini dan memutuskan menemui warga dalam di posko kampanye Rumah Lembang, yang dibuka Senin (14/11) dan berkampanye dengan blusukan ke Cakung, Jakarta Timur.

Adapun kesimpulan dalam memastikan ada tidaknya unsur pidana dalam dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok, masih akan dirumuskan oleh Tim Bareskrim dan rencananya diumumkan Rabu (16/11).

Kasus dugaan penistaan agama ini menarik banyak perhatian, khususnya dari sejumlah kalangan umat Islam, yang menggelar aksi unjuk rasa pada Jumat (04/11) lalu.

Bagaimanapun Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan bahwa polisi sudah mengantisipasi reaksi masyarakat atas kesimpulan gelar perkara dengan terlapor Basuki Tjahaja Poernama alias Ahok.

Hak atas foto BBC Indonesia/Pijar Anugerah
Image caption Para wartawan menanti di luar tempat gelar perkara, walau sebelumnya sempat dijanjikan gelar perkara akan digelar secara terbuka.

"Kalau antisipasi ya sudah pasti lah," kata Boy kepada wartawan di depan ruang rapat utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, tempat gelar perkara berlangsung.

Namun Boy tidak merinci antisipasi yang telah dilakukan polisi tersebut jika kesimpulan gelar perkara yang akan diumumkan besok tidak sesuai ekspektasi sebagian masyarakat.

"Besok saja kita lihat," tegasnya.

Topik terkait

Berita terkait