Lagi, dua ABK Indonesia diculik di perairan Malaysia

filipina, malaysia, kapal, indonesia, penculikan Hak atas foto Reuters
Image caption Peristiwa penculikan terhadap anak buah kapal asal Indonesia di perairan Filipina dan Malaysia berulang kali terjadi. (Ilustrasi)

Penculikan terhadap dua anak buah kapal (ABK) asal Indonesia terjadi di perairan Sabah, Malaysia, pada Sabtu (19/11), dua pekan setelah insiden serupa menimpa dua ABK lain asal Indonesia.

Peristiwa penculikan, sebagaimana dijelaskan Komandan Keamanan Sabah Timur, Datuk Wan Abdul Bari Wan Abdul Khalid, berlangsung di perairan dekat Kota Lahad Datu, Sabah timur.

"Sekelompok pria bersenjata menaiki sebuah kapal nelayan sekitar pukul 18.30, ketika kapten kapal, asistennya, dan 11 kru berhenti untuk memancing ikan. Selain menculik kapten dan asistennya, para pria bersenjata itu juga mengambil telepon seluler seluruh anggota kru dan mesin kapal," kata Abdul Khalid kepada kantor berita Bernama.

Menurut Abdul, pihaknya dihubungi perihal kejadian itu selang 30 menit kemudian oleh nelayan lain. Sebanyak 11 ABK dapat diselamatkan nelayan sekitar, namun kapten kapal dan asistennya diculik para pria bersenjata.

Tanpa menyebut nama kedua korban, Abdul mengatakan sang kapten berusia 43 tahun dan asistennya berusia 36 tahun. Kelompok mana yang melakukan aksi penculikan juga tidak dijabarkan Abdul.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, mengaku telah mendapat kabar mengenai kejadian penculikan tersebut.

"Konsulat Jenderal RI di Tawau masih mendalami rincian kejadian dan keterangan mengenai korban penculikan," kata Arrmanatha kepada BBC Indonesia.

Hak atas foto TED ALJIBE/AFP
Image caption Indonesia, Filipina, dan Malaysia telah menggelar pertemuan secara khusus untuk membahas penanganan penculikan yang kerap terjadi.

Kejadian kedua dalam dua pekan

Aksi penculikan terhadap dua ABK WNI itu hanya berjarak dua pekan setelah peristiwa serupa menimpa dua nakhoda WNI asal Buton, Sulawesi Tenggara. Mereka juga diculik di dua kapal berbeda saat sedang melaut di perairan Sabah timur.

Penculikan terhadap WNI oleh kelompok milisi Filipina, Abu Sayyaf, telah beberapa kali terjadi di perairan Malaysia dan Filipina. Aksi kejahatan itu semakin terbuka lebar lantaran ada sekitar 6.000 WNI yang bekerja di kapal-kapal penangkap ikan Malaysia.

Untuk mengatasinya, Indonesia telah menggelar pertemuan trilateral dengan Malaysia dan Filipina secara khusus di Yogyakarta, pada Mei lalu. Namun, prosedur dan hal-hal teknisnya masih dirundingkan.

Berita terkait