Tren jilbab yang berkembang saat ini mempengaruhi perempuan Muslim untuk berkudung, menurut pengusaha busana

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Apa kata perempuan Indonesia tentang jilbab dab busana muslim?

Bila Anda perhatikan dalam 10 tahun terakhir di Indonesia, busana Muslim dan berbagai model jilbab berkembang pesat.

Sejumlah pemerhati mengatakan banyak perempuan Indonesia melakukan revolusi hijab dengan menciptakan berbagai model. Di tengah perkembangan ini, muncul kontroversi tekait model jilbab dan juga tentang tekanan untuk menggunakan jilbab bagi Muslim perempuan Indonesia.

Image caption Mega Iskanti dan Dwihanda (kiri), berbagi model jilbab di Instagram.

BBC Indonesia bertemu dengan empat perempuan yang memiliki pandangan dan gaya yang berbeda, dan salah seorang di antaranya tidak mengenakan jilbab. Bagaimana dengan Anda?

Dwi Handa, Hipster hijabis - Instagram fashion influence

"Saya sudah memakai jilbab dari umur 11 tahun. Awalnya terasa tidak bisa mengekspresikan diri saat memakai jilbab, merasa bahwa jilbab itu ya hanya seperti ini saja.

Ternyata semakin berkembangnya zaman, kita makin bisa mengekspresikan diri, untuk menjadikan jilbab kita menjadi sebuah karya. Saat memakai jilbab kita masih bisa melihat diri kita di cermin, terlihat tetap menarik untuk diri kita sendiri, bukan untuk orang lain."

"Kita bisa menjadi perempuan Muslim dengan memakai jilbab, juga menjadi perancang dan ikon busana.

Sekarang kita bisa menjadi hijabis yang kreatif. Saya suka sesuatu yang tidak terlalu "manis" dan terlalu feminin, saya suka gaya seperti bohemian, gypsi dipadukan dengan edgy".

Anniesa Hasibuan,perancang busana Muslim dan pengusaha

"Gaya saya elegan. Dari awal memang terinspirasi dari gaya para putri raja dan ratu. Saya baru memakai jilbab selama dua tahun. Mulai dari tahun 2014, setelah saya pulang haji. Saya pikir semua perempuan ingin terlihat cantik, ingin terlihat fashionable, itu sudah alami sekali."

"Jilbab di Indonesia sudah sejak lama booming, dan sampai sekarang juga saya melihat perkembangannya semakin bagus sekali."

"Tren jilbab, banyak menginspirasi perempuan Muslim untuk yang awalnya tidak berjilbab, jadi menggunakan jilbab, karena melihat tata busana jilbab di Indonesia yang bagus."

"Tampil cantik dengan tata busana yang bagus bagi saya sangat penting, karena saya suka fesyen.

Tapi saat memakai jilbab, saya juga memilih warna dan gaya yang sesuai dengan gaya saya, karena saya juga ingin tampil cantik untuk suami saya."

Mega Iskanti, Fashion influencer

"Menurut saya yang terpenting itu adalah kenyamanan. Awalnya tidak sengaja terjun ke dunia fesyen, tapi dari kecil sudah suka dengan dunia fesyen, suka memadukan gaya busana.

Ternyata dunia fesyen membawa rezeki juga sampai sekarang. Ibu saya baru mengizinkan saya terjun ke dunia fesyen setelah saya menggunakan jilbab. Saya mulai memakai jilbab sejak empat tahun lalu."

"Kalau kita keluar negeri, mereka bilang gaya busana jilbab yang dipakai, ternyata lucu juga yah…bule-bule sekarang kalau kita sedang foto-foto, mereka ikut memotret kita.

Mungkin karena mereka melihat, bisa tetap modis meski menggunakan jilbab. Mereka pun sekarang bisa lebih menerima melihat perempuan berjilbab."

Inayah Wahid, Aktris - putri Abdurrahman Wahid

"Jika Anda datang ke Indonesia 10 tahun lalu, belum banyak perempuan yang memakai jilbab. Saya sebelumnya tidak pernah mendapatkan tekanan.

Tapi kini tekanannya semakin besar, mereka banyak melakukan tekanan, melakukan banyak kecaman terhadap perempuan yang tidak memakai jilbab, seakan-akan perempuan yang tidak memakai jilbab itu bukan seorang Muslim.

Perempuan seperti saya dianggap lebih kurang Islami. Ini mungkin hal terburuk menjadi seorang perempuan Muslim. Saya tidak menerima pihak lain memaksa orang melakukan hal yang sama seperti mereka.

Namun orang tua saya menekankan tentang Islam dengan tindakan bukan sesuatu yang di permukaan atau dalam penampilan. Mereka mengajarkan tentang bagaimana seorang Muslim, harus berjuang untuk yang lainnya dan harus melakukan hal yang baik untuk masyarakat.

"Ironis yah, ketika perempuan yang tidak berkerudung dianggap lebih rendah, atau tidak cukup Islam, dibanding dengan perempuan yang menggunakan jilbab.

Tapi kemudian, perempuan yang menggunakan jilbab, lalu memakai riasan bunga-bunga, memakai make-up, tetap dianggap kurang Islam, oleh kelompok lain yang misalnya menggunakan jilbab dengan gaya yang berbeda. Kadang-kadang semua orang seperti saling memandang orang lain itu buruk."

Topik terkait

Berita terkait