Polisi tangkap dua orang terduga perencana bom gedung DPR dan kedutaan besar Myanmar

Polisi Hak atas foto EPA
Image caption Polisi menyita sjeumlah bahan peledak dalam penangkapan di akhir pekan.

Polisi menangkap dua orang terduga kasus terorisme yang merencanakan mengebom markas polisi, gedung DPR dan juga sejumlah kantor kedutaan besar negara asing di Indonesia.

Penangkapan dua orang terduga pelaku terorisme ini merupakan pengembangan dari kasus penangkapan satu orang anggota kelompok militan di Majalengka.

Polisi mengatakan mereka merupakan bagian dari pendukung kelompok yang menyebut diri Negara Islam atau ISIS.

"Mereka merencanakan serangan bom terhadap gedung DPR, markas polisi, dan kedutaan besar Myanmar dan sejumlah stasiun televisi," jelas juru bicara mabes Polri Kombes Rikwanto kepada AFP.

Rencana pengeboman kantor Kedutaan Besar Myanmar ini dipicu oleh kemarahan sejumlah warga Indonesia dan Muslim di negara lain akibat perlakuan negara ini terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine Myanmar.

Pada Rabu lalu, Densus 88 Mabes Polri menangkap tersangka pembuat bom Rio Priatna Wibowo di Majalengka dan juga menyita sejeumlah barang bukti seperti bahan peledak dengan kekuatan besar.

Penahanannya ini yang kemudian mengarahkan pada penangkapan dua terduga pelaku terorisme lainnya di daerah yang berbeda, jelas Rikwanto.

Dia menambahkan Bahrain Agam ditangkap pada Sabtu lalu dengan tuduhan penyediaan bahan peledak. Sementara Saiful Bahri ditahan pada Minggu di Serang Banten dengan tuduhan membantu Rio membuat laboratorium.

Polisi mengatakan tiga orang ini merupakan anggota Jemaah Ansar Daulah, yang telah bersumpah setia pada ISIS.

Topik terkait

Berita terkait