Heboh di halte bis Transjakarta, tas punggung disangka berisi bom

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Seorang petugas tim penjinak bom memeriksa bungkusan yang dicurigai.

Tas punggung warna abu-abu yang ditemukan di jembatan penyeberangan dan halte bis Tosari, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, dipastikan bukan bom.

Kapolsek Menteng, Ronald Purba, menandaskan hal itu.

"Tas itu sudah diamankan oleh (tim penjinak bom) Gegana. Dipastikan tidak ada bahan peledak," katanya kepada Oki Budi dari BBC di lokasi yang merupakan tempat perhentian bis Transjakarta itu.

Tas punggung tak bertuan tergeletak begitu lama, menimbulkan kecurigaan, yang sempat membuat orang-orang di kawasan sibuk itu panik.

Pardi, seorang petugas kebersihan DKI mengaku, melihat tas itu pukul 14.30.

"Ukurannya sedang, kondisi tasnya seperti baru. Itu tergeletak di pojok pintu jembatan penyebrangan halte busway," katanya.

"Saya awalnya mau ambil tas itu, mau meriksa. Tapi dilarang petugas satpam TCT (The City Tower). "

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Pardi, melihat ransel tak bertuan itu tergeletak sejak pukul 14.30, dan sempat berinisiatif untuk memeriksa.

Seorang petugas keamanan TCT membenarkan.

"Laporan awal, ada tas yang mencurigakan, disebutkan oleh pengendara Gojek, yang lalu memberi tahu satpam CTC Tower. Satpam kemudian menghubungi Gegana," katanya.

Tak berapa lama, Tim Gegana datang, kawasan sekitar dikosongkan. Namun setelah diperiksa, dipastikan tas itu tak berisi bahan peledak.

Kapolsek Menteng, Ronald Purba, tak menyebutkan, apa isi tas itu sebenarnya, kendati beberapa saksi yang melihat menyebutkan bahwa isinya adalah pakaian.

Belum didapat juga kejelasan, apakah pemilik tas itu sudah diketahui.

Betapapun, lalu lintas dan situasi di sekitar kawasan itu sudah kembali normal.

Berita terkait