Pegiat Papua 'ditangkap' saat unjuk rasa kemerdekaan di Jakarta

Papua Hak atas foto BBC INDONESIA
Image caption Para pegiat Papua berkeras mengenakan ikat kepala Bintang Kejora, dan polisi berkeras menuntut mereka melepaskannya.

Sekitar seratus pegiat 'ditangkap' saat unjuk rasa kemerdekaan Papua di sekitar Bundaran HI, Jakarta, namun polisi menyatakan mereka menyerahkan diri.

Para pengunjuk rasa itu memprotes penangkapan lima kawan mereka yang dilakukan polisi sebelumnya. Mereka menyatakan tidak akan bubar jika kelima orang itu tak dibebaskan dan siap ditangkap.

Ini merupakan aksi tahunan setiap 1 Desember, menandai apa yang mereka sebut sebagai peringatan kemerdekaan Papua yang dirampas.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Unjuk rasa ini untuk pertama kalinya melibatkan para aktivis Indonesia non-Papua.
Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Para aktivis Indonesia non-Papua belum lama ini mendeklarasikan Front Rakyat Indonesia utuk West Papua (FRI- West Papua)
Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Terjadi dorong-dorongan. Polisi berulang kali mengatakan lewat pengeras suara, bahwa para pegiat bisa melakukan unjuk rasa, namun tidak boleh membawa atribut bintang kejora, lambang kemerdekaan Papua.
Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Polisi berusaha membubarkan massa berikat kepala bintang kejora dengan semprotan meriam air.
Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Para aktivis bertahan di tengah semprotan meriam air.

Ini pertama kalinya aksi tahunan ini melibatkan para pegiat Indonesia non Papua.

Mereka belum lama ini mendeklarasikan berdirinya Front Rakyat Indonesia utuk West Papua (FRI- West Papua) untuk mendukung hak rakyat Papua menentukan nasib sendiri.

Unjuk rasa dijaga ketat oleh polisi anti huru-hara dengan jumlah yang hampir sama dengan para pemrotes.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Para pegiat berusaha memasuki kawasan Bundaran HI, namun tertahan di Jalan Imam Bonjol, beberapa puluh meter menjelang Bundaran HI.

Berita terkait