Benarkah Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Rachmawati dan lainnya ditangkap jelang aksi 212?

aksi 212 Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Kendati disebutkan hanya akan berisi doa, aksi 212 tetap penuh dengan yel-yel dan spanduk mengutuk Ahok dan menuntut ia ditangkap.

Polisi membenarkan terjadinya penangkapan terhadap delapan tokoh di luar acara aksi doa 212.

Juru bicara Polri Boy Rafli Amar mengatakan delapan orang tersebut dibawa ke Markas Komando Brimob Polri di Kelapa Dua, Depok.

"Sedang dalam pemeriksaan Polda Metro Jaya. Nanti kami sampaikan," kata Boy kepada wartawan di Lapangan Monas.

Ia tak menjelaskan siapa saja ke-delapan orang yang ditangkap itu.

Namun dalam pesan tertulis lewat dari Polda Metro Jaya disebutkan, ke-delapan orang itu ditangkap dengan dugaan perencanaan makar. Mereka adalah pemusik dan calon wakil bupati Bekasi, Ahmad Dhani, Mayjen. Purn. Kivlan Zein, Rachmawati Soekarnoputeri, Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas, Eko, Adityawarman, Firza Huzein, dan Jamran.

Disebutkan, sebagian ditangkap dengan dugaan makar.

BBC berusaha menghubungi Polda Metro Jaya untuk mendapatkan kejelasan lebih jauh. Namun sejauh ini panggilan telepon kami belum diangkat.

Betapa pun konfirmasi penangkapan ini muncul terpisah-pisah. Ahmad Dhani sempat bercuit sekitar pukul 04.00, bahwa ada sejumlah orang dari Polda Metro Jaya yang mengetuk-ngetuk pintu kamarnya di Hotel Sari Pan Pacific.

Adapun penangkapan Ratna Sarumpaet dikukuhkan cuitan pakar hukum tata negara dan politikus Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra. Ia menyebutkan, bertelpon dengan Ratna Sarumpaet yang sedang berada di mobil polisi yang membawanya dari rumahnya. "Bu Ratna bilang beliau akan dimintai keterangan karena ada bukti beliau dkk mau melakukan makar," cuitnya.

Topik terkait

Berita terkait