Massa serikat buruh melakukan demonstrasi terpisah dari aksi 212

buruh 212 Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Jika aksi 212 'dijanjikan' akan membubarkan diri setelah salat Jumat, namun, massa KSPI rencananya akan bertahan sampai sekitar jam 4 sore.

Para buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) tetap melakukan aksi demonstrasi sendiri di luar massa Islam, kendati polisi meminta mereka menundanya .

"Baru (jalan) dari Patung Tani kemungkinan sekitar jam-jam 10an," kata Sekjen KSPI Muhammad Rusdi, yang memperkirakan akan bisa mengerahkan sekitar 50.000 buruh.

Mereka dilaporkan datang dari Jakarta, Tangerang, Serang, Bogor, Bekasi, Karawang serta Depok. Massa, menurut Rusdi, akan berkumpul di Balai Kota kemudian akan bergerak menuju Istana Negara.

Berbeda dengan aksi 212 yang 'dijanjikan' akan membubarkan diri setelah salat Jumat, massa KSPI ini menurut Rusdi rencananya akan bertahan sampai sekitar jam 4 sore.

"Prinsipnya kita ingin menyuarakan cabut PP 78 tentang pengupahan, juga kita minta kenaikan 15-20% untuk UMP dan UMK tahun 2017, kemudian tegakkan keadilan terkait kasus-kasus hukum yang menimpa Gubernur DKI," kata Rusdi.

Saat ditanya kenapa penegkakan hukum terkait Ahok menjadi bagian dari tuntutan serikat buruh ini, Rusdi mengatakan, bahwa Ahok sebagai gubernur DKI dalam tiga tahun terakhir "menaikkan upah kecil sekali." Dia mengklaim bahwa tiga tahun ini, kenaikan upah DKI lebih rendah daripada Karawang dan Bekasi,

"Dan kedua, banyak kasus-kasus hukum seperti dugaan korupsi kemudian juga penggusuran dan terakhir penistaan agama ini yang secara fakta-fakta hukum mengindikasikan sangat kuat bahwa dia bermasalah, dan kesannya dia dilindungi oleh pemerintah dan tangan-tangan korporasi, nah ini yang melukai keadilan bagi kaum buruh," ujarnya.

Rusdi juga mengatakan bahwa mereka sudah melakukan pemberitahuan pada polisi sejak tanggal 18 November lalu, "misalkan mereka mau melarang kita, tidak ada kewenangan mereka, karena kita sudah memberikan surat pemberitahuan."