Parade Bhinneka Tunggal Ika di bundaran HI serukan persatuan

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Ribuan orang memadati bundaran Hotel Indonesia (HI), Minggu (04/11), untuk terlibat dalam Parade Bhinneka Tunggal Ika.

Dihadiri sejumlah pimpinan partai politik, acara parade Bhinneka Tunggal Ika yang digelar di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (04/11) pagi, menyerukan pentingnya persatuan di tengah keberagaman.

Menampilkan pidato, atraksi seni serta budaya daerah, acara ini diikuti dimulai sekitar sekitar pukul 08.00 dan berakhir menjelang pukul 11.00 WIB. Sejumlah aparat keamanan, baik TNI atau polisi, terlihat di sejumlah sudut di sekitar bundaran HI.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Parade Bhinneka Tunggal Ika digelar di tengah ketegangan terkait dugaan penistaan agama yang dihadapi gubernur petahana Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Hak atas foto ADEK BERRY/AFP
Image caption Ketua DPR Setya Novanto dan Ketua Nasdem Surya Paloh melepas burung merpati di panggung parade kebudayaan di Bundaran Hotel Indonesia.

Lebih dari 1.000 orang, termasuk warga Jakarta yang tengah mengikuti acara car free day atau hari tanpa mobil, terlihat memadati di sekitar panggung yang didirikan di beberapa lokasi.

Selain menyanyikan lagu-lagu nasional, sebagian peserta menampilkan atraksi tari-tarian daerah dalam acara bertajuk Aksi kita Indonesia - mulai dari atraksi tari dari Bali hingga Dayak, Kalimantan.

Di antara peserta yang mengenakan pakaian daerah, sebagian peserta yang datang dengan rombongan bus dan kendaraan umum, terlihat menggunakan atribut simbol Partai Nasdem dan Partai Golkar.

Dalam orasinya, Ketua umum Partai Nasdem, Surya Paloh, mengingatkan pentingnya persatuan diantara keberagaman yang ada. "Cita-cita kemerdekaan tak akan bisa tercapai jika semua warga negara tercerai-berai," teriaknya.

Hak atas foto ADEK BERRY/AFP
Image caption Perwakilan dari daerah-daerah membawa atribut masing-masing.

Bendera Merah-Putih, yang berukuran raksasa, terlihat diarak dan dilambai-lambaikan peserta dengan mengelilingi Bundaran HI. Lagu-lagu mars pun dinyanyikan secara bersama.

Di atas panggung, muncul pula Ketum Golkar sekaligus Ketua DPR Setya Novanto. Ada pula Ketum PPP Djan Faridz serta sejumlah politikus partai pendukung pemerintah.

Di hadapan peserta, para politikus itu mengingatkan tentang kenyataan kemajemukan Indonesia sekaligus pentingnya komitmen persatuan. "Ini kita jadikan momentum, adalah kebangsaan kita, kebhinnekaan kita, inilah NKRI," ungkap Setya Novanto.