Tanggap darurat gempa Aceh hingga 20 Desember

Aceh, gempa Hak atas foto Reuters
Image caption Aparat dan TNI Kepolisian juga dikerahkan dalam upaya penyelamatan dan pencarian korban.

Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam menetapkan tanggap darurat bencana gempa Aceh selama dua pekan hingga 20 Desember mendatang.

Hal itu ditempuh mengingat masih bertambahnya jumlah korban dan kerusakan akibat gempa bumi di Aceh berkekuatan 6,5 Skala Richter, Rabu (07/12).

Hingga tengah hari waktu setempat, jumlah korban yang meninggal sudah mencapai 94 jiwa sementara yang cedera berat 128 orang dan cedera ringan sebanyak 489 lainnya.

Masa tanggap darurat selama dua minggu tersebut ditetapkan untuk wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Pidie, dan Bireuen.

"Penetapan tanggap darurat diperlukan untuk memudahkan penanganan darurat dan kemudahan akses menggunakan potensi sumber daya yang ada," seperti dinyatakan Sutopo Purwo Nugroho, juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Hak atas foto AFP/CHAIDEER MAHYUDDIN
Image caption Di beberapa tempat alat berat digunakan untuk mencari korban di bawah reruntuhan.

Hasil kajian awal menemukan gempa tersebut menyebabkan kerusakan pada 161 rumah, 105 ruko, 14 masjid, satu sekolah, dan satu fasilitas kesehatan.

Pengerahan alat berat sudah ditempuh untuk mencari korban-korban yang mungkin terperangkap di bawah puing-puing.

Sebelumnya, salah seorang anggota Tim Kantor Presiden untuk Gempa Aceh, Ifdhal Kasim, mengatakan kepada BBC bahwa tim penyelamat masih mengadapi kekurangan alat-alat berat.

"Jumlah korban jiwa kemungkinan masih akan bertambah karena ada daerah yang belum terjangkau alat-alat berat," jelasnya.

Ifdhal -yang akan segera meninjau langsung lokasi bencana- menambahkan gempa juga menghantam kawasan yang padat penduduknya.

Tahun 2004 lalu Aceh dihantam gempa besar yang diikuti tsunami sampai menewaskan sekitar 120.000 orang tewas namun kawasan yang dilanda gempa Rabu (07/12) tidak terkena gempa dan tsunami tersebut.

Topik terkait

Berita terkait