Presiden Jokowi bicara soal toleransi di Forum Demokrasi Bali

Jokowi Hak atas foto Kris - Biro Pers Setpres
Image caption Presiden Jokowi singgung masalah toleransi di Indonesia.

Saat Indonesia dianggap berada dalam ancaman intoleransi, di sebuah acara internasional di Bali Presiden Joko Widodo mengatakan paham radikalisme dan menurunnya toleransi merupakan tantangan politik di berbagai negara.

Dalam pembukaan Forum Demokrasi Bali yang mengangkat tema 'Agama, Demokrasi, dan Toleransi,'

Jokowi mengatakan perbedaan agama seharusnya tidak menjadi penghalang untuk demokrasi dan toleransi antar negara dan sesama manusia, seperti yang terjadi di Indonesia negara yang terdiri dari 1.300 etnis dengan 85% penduduknya beragama Islam.

"Sejarah Indonesia mengajarkan bahwa ajaran Islam masuk ke Indonesia dengan cara damai. Nilai mengenai perdamaian inilah yang sampai saat ini terus dipegang oleh umat Islam Indonesia. Selain Islam, Indonesia adalah rumah bagi umat Kristiani, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konfusius. Nilai-nilai perdamaian juga dipegang teguh oleh semua umat di Indonesia," jelas Jokowi.

Meski penduduk Indonesia beragam, toleransi berjalan dengan baik, Jokowi mengklaim. Ia mencontohkan kehidupan Muslim ditengah mayoritas warga Hindu di Bali. Presiden Joko Widodo meyakinkan bahwa mereka semua akan menemukan dan melihat sendiri betapa toleransi dan sinergi dapat terjalin di antara masyarakat yang bahkan berbeda keyakinan.

"Bagaimana mungkin sebuah pondok pesantren dapat hidup dengan aman dan nyaman di tengah masyarakat yang mayoritas penduduknya penganut agama Hindu? Ini semua telah mendorong sinergi alami antara agama, toleransi, dan demokrasi di Indonesia," kata dia.

Dalam keterangan tertulis tidak dipaparkan, disebutkan Aksi 2 Desember dianggap bukti toleransi dan demokrasi. Karena bagi banyak kalangan, aksi itu justru merupakan suatu show of force dari kekuatan dan gagasan intoleransi.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Aksi 212 oleh beberapa kalangan dianggap sebagai kemenangan kalangan intoleran.

Presiden mengajak agar semua pihak aktif untuk mendorong sinergi antara demokrasi, agama dan toleransi, serta mendukung stabilitas dan perdamaian untuk kesejahteraan rakyat.

Dia menegaskan pemerintah memiliki komitmen untuk memperjuangkan demokrasi. "Indonesia memiliki komitmen yang tinggi untuk menjadikan Forum Demokrasi Bali sebagai satu forum yang nyaman bagi setiap negara untuk berbagi mengenai pengalaman dalam berdemokrasi, tantangan dalam berdemokrasi, dan mengembangkan kerja sama untuk saling membantu dalam berdemokrasi. Forum ini bukan forum untuk 'finger pointing exercise.,' Justru forum ini harus digunakan untuk saling memperkuat satu sama lain," kata Jokowi.

Belakangan ini, masalah toleransi di Indonesia tengah disoroti dengan masih terjadinya kasus kekerasan terhadap minoritas, seperti pembubaran ibadah umat Kristen di Bandung oleh sejumlah ormas Islam dan juga pembakaran rumah ibadah Ahmadiyah di Jawa Tengah.

Forum Demokrasi Bali merupakan pertemuan antar pihak yang diprakarsai Indonesia sejak tahun 2008 lalu, yang bertujuan untuk mempromosikan dan mendorong kerja sama perdamaian dan demokrasi melalui dialog dan berbagi pengalaman di negara-negara di tingkat regional dan internasional.

Pada tahun ini, Forum Demokrasi Bali dihadiri oleh mantan Sekjen PBB Kofi Annan dan para menteri luar negeri dari 94 negara dan organisasi internasional.

Berita terkait