Upaya pencarian korban gempa di Aceh dilanjutkan

Pidie Jaya. Hak atas foto BBC INDONESIA
Image caption Pencarian korban difokuskan di lima titik di Pidie Jaya.

Tim SAR masih berupaya mencari korban di antara reruntuhan bangunan yang hancur akibat gempa di Kabupaten Pidie Jaya, Nangroe Aceh Darrusalam, seperti disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB.

BNPB mengatakan pencarian akan difokuskan di lima kecamatan yaitu di di Leung Putu, Mereudu, Uleeglee, Trenggading, dan Darul Ulu di Kabupaten Pidie Jaya.

"Target utama pencarian reruntuhan pasar dan ruko di Mereudu, upaya pencarian kami berakhir setelah tidak ada lagi laporan warga yang hilang dari masyakarat," ujar Barokna, Koordinator Komunikasi Basarnas.

Pencarian dilakukan oleh 484 personil tim SAR gabungan yang dipimpin oleh Basarnas, dilakukan dengan menggunakan alat berat dan teknologi untuk mendeteksi kehidupan serta anjing pelacak.

Korban tewas 100 orang

Dalam keterangan pers Jumat (09/12) di Jakarta, BNPB juga meralat jumlah korban tewas dari 102, menjadi 100 orang.

"Itu terjadi karena ada dua nama korban yang ditulis dua kali, dan sudah ada 92 orang yang berhasil diidentifikasi," jelas juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Sementara korban luka mencapai sekitar 589 orang yang mengalami luka berat dan ringan.

Korban tewas dan luka berasal dari tiga kabupaten yaitu Pidie Jaya, Pidie dan Bireun. Sebagian besar korban berasal dari Pidie Jaya.

Gempa dengan kekuatan 6,5 terjadi di Pidie Jaya ada Rabu pagi, dan menyebabkan ratusan rumah rusak di tiga kabupaten.

Hak atas foto BBC INDONESIA
Image caption Pencarian korban difokuskan di lima titik di Pidie Jaya.
Hak atas foto BBC INDONESIA
Image caption BNPB menyebutkan 14 masjid rusak akibat gempa.
Hak atas foto BBC INDONESIA
Image caption Meski wilayah gempa, bangunan di Aceh banyak yang tidak tahan gempa.

Berita terkait