Kekerasan selama proses Pilkada 2017, terbanyak di Aceh

Aceh Hak atas foto ADEK BERRY/AFP
Image caption Seorang perempuan memberikan suara dalam pilkada Aceh 2012.

Hasil kajian Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi Perludem mengungkapkan Aceh merupakan daerah yang paling banyak diwarnai peristiwa kekerasan dalam proses pilkada serentak 2017.

Peristiwa kekerasan di Aceh terkait pilkada sampai Kamis (09/02) mencapai 26 kasus yaitu berupa kekerasan fisik, perusakan alat peraga, penembakan, dan pelemparan granat.

Sementara kasus kekerasan psikis dan intimidasi sulit dicatat, kata Perludem.

"Daerah yang paling banyak terjadi kasus kekerasan yaitu Aceh Timur, Aceh Utara dan Pidie," jelas Direktur Perludem Titi Anggraeni dalam diskusi di Bawaslu Kamis, (09/02).

Berdasarkan temuan Perludem, kekerasan yang terjadi selama kampanye cenderung meningkat dengan presentase 49% kasus kekerasan terjadi di masa persiapan, dan 51% kasus terjadi di masa kampanye.

Aceh merupakan daerah di Indonesia yang paling banyak menggelar pilkada yaitu 20 pemilihan bupati/walikota dan satu pemilihan gubernur.

Hak atas foto AFP
Image caption Salah satu partai menggelar kampanye di Banda Aceh.

Para calon kepala daerah itu didominasi oleh anggota dan mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka GAM.

Aceh merupakan salah satu daerah yang rawan dalam Indeks Kerawanan Pemilu 2017 yang dikeluarkan oleh Bawaslu selain Papua Barat ( yang paling tinggi) dan Banten.

Dalam Data Indeks Kerawanan Pemilu IKP 2017 yang dirilis oleh Bawaslu, Papua Barat memiliki IKP sebesar 3,38%, Aceh sebesar 3,33% dan Banten sebesar 3,15%. Sedangkan DKI Jakarta dengan IKP sebesar 2,30% berada di urutan kelima setelah Sulawesi Barat.

Topik terkait

Berita terkait