Polisi minta keterangan dari tujuh rekan pelaku penusukan pelajar di NTT

NTT Hak atas foto AP
Image caption Pemeriksaan terhadap tujuh rekan Irwansyah, yang juga bekerja sebagai pedagang keliling di Sabu Barat, dilakukan di Polda NTT di Kupang.

Polda NTT meminta keterangan tambahan dari tujuh rekan pelaku penusukan pelajar di Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua.

Menurut Kabid Humas Polda NTT, AKBP Julest Abraham Abast, meski sejauh ini pelaku melakukan aksi penusukan itu sendirian, namun mereka akan meminta keterangan tambahan dari tujuh rekan pelaku terkait hubungan maupun latar belakang pelaku.

Pemeriksaan terhadap tujuh rekan Irwansyah, yang juga bekerja sebagai pedagang keliling di Sabu Barat, dilakukan di Polda NTT di Kupang.

Jarak antara lokasi kejadian dan Kupang, menurut Wakapolres Kupang, Kompol Sriyati, sekitar delapan jam menggunakan kapal feri.

Namun, selain pemeriksaan terhadap tujuh rekan Irwansyah tersebut, Wakapolres Kupang, Kompol Sriyati, mengatakan bahwa ada delapan pedagang asal Makassar yang 'minta perlindungan' ke polisi terkait 'ancaman' yang menyebut bahwa mereka akan dikeluarkan dari pulau menyusul terjadinya penusukan terhadap tujuh pelajar di Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua pekan ini.

"Masyarakat kebanyakan dari Makassar, pedagang. Dia minta perlindungan, karena dia ketakutan diserbu oleh masyarakat Sabu. Yang diamankan di Polda (NTT) lain, di (Polres) Kupang lain. Karena waktu itu kejadian, ada informasi bahwa yang pedagang-pedagang itu disuruh dipulangkan semuanya," kata Sriyati.

Sriyati menegaskan bahwa kondisi di lokasi 'sudah aman,' namun aparat kepolisian dibantu TNI tetap disiagakan di Seba sampai situasi benar-benar pulih termasuk dengan menyiagakan 190 personel di Sabu.

Sementara itu, Kepala Bagian Mitra Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono pada wartawan mengatakan bahwa akibat isu yang beredar terkait suku, agama, ras, dan antargolongan menyusul penusukan itu, dua kedai penjual bakso sempat dirusak massa. Pihaknya kini juga mengantisipasi agar hal tersebut tidak terjadi lagi.

Awi juga mengatakan bahwa Irwansyah, pelaku penyerangan, "mengalami depresi atau gangguan psikologis".