Pesawat Hercules TNI AU jatuh, belasan korban dievakuasi

hercules, pesawat, au, militer Hak atas foto Reuters
Image caption TNI AU memiliki puluhan unit C-130 Hercules dari berbagai varian.

Belasan korban pesawat Hercules C-130 milik TNI Angkatan Udara yang jatuh dalam penerbangan dari Timika menuju Wamena, Provinsi Papua, telah dievakuasi pada Minggu (18/12).

Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI Agus Supriyatna, menyatakan seluruh kru sebanyak 13 orang meninggal dunia. Semuanya kini sudah berada di Lanud Wamena setelah dibawa menggunakan helikopter dan pesawat Hercules.Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Wuryanto, membenarkan bahwa pesawat tersebut bertolak dari Timika pukul 05.35 WIT dan diharapkan tiba di Wamena pada pukul 06.13 WIT. Namun, menara pengendali lalu lintas udara hilang kontak dengan pesawat tersebut pada pukul 06.02 WIT.

Sebanyak 13 personel TNI AU berada dalam pesawat itu. Puing-puing pesawat dan para korban ditemukan di Gunung Lisuwa, Distrik Minimo, Kabupaten Jayawijaya.

Kepala Penerangan (Kapen) Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh, Mayor Hamdi Londong Alow, mengatakan seluruh kru pesawat Hercules yang jatuh berasal dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.

Wartawan di Jayapura, Angel Bertha, saat ini berada di Lanud TNI AU di Bandara Sentani, Jayapura.

"Di Lanud Jayapura, Bandara Sentani tampak puluhan anggota SAR berseragam lengkap dan tim medis dari AU stand by. Satu pesawat Hercules juga stand by," ujarnya.

Insiden jatuhnya pesawat TNI dan Polri beberapa kali terjadi. Pada 4 Desember lalu, pesawat M-28 Skytruck milik Polri jatuh di wilayah perairan Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, sehingga menewaskan 13 personel.

Peristiwa paling fatal terjadi pada Juni 2015 lalu. Ketika itu, pesawat Hercules milik TNI AU jatuh di daerah permukiman Kota Medan dan menewaskan lebih dari 100 orang, termasuk puluhan warga setempat.

Topik terkait

Berita terkait