Timses berharap Ahok lebih tegar di sidang lanjutan

ahok Hak atas foto TIM DOKUMENTASI RUMAH LEMBANG
Image caption Ahok beraktivitas seperti biasa di Rumah Lembang pada Senin (19/12).

Sidang kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa gubernur Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, kembali dilanjutkan pada Selasa (20/12).

Setelah ia menangis pada persidangan pekan lalu, timnya berharap kali ini ia tampil lebih tegar.

Pada sidang perdana pekan lalu, Ahok yang didakwa melakukan penistaan agama, sempat menangis dan menjadi tajuk berita sejumlah media internasional.

Bambang Walujo Wahab, anggota tim sukses (timses) Ahok yang juga kakak angkatnya mengatakan Ahok menjadi sentimental karena sidang perdana tersebut tepat di hari kematian bapak Ahok.

"Mudah-mudahan lebih tegar, tergantung situasi dan kondisinya," kata Bambang Walujo.

"Perkara ini menempatkan sepertinya dirinya tidak menghormati orang tua angkatnya, itu satu. Kedua, hari sidang itu adalah hari meninggalnya bapaknya. Hari itu membawa beban tersendiri pada dirinya, itu juga yang membuat dia menangis."

"Kalau dia dikatakan menistakan agama, seperti dia tidak menghormati keluarga angkatnya."

Sidang lanjutan kasus Ahok menurut rencana tetap akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, di gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Jalan Gajahmada, Jakarta Pusat, meski sebelumnya sempat beredar kabar lokasi sidang akan dipindah.

Tempat ini sebelumnya dikeluhkan terlalu kecil menampung pengunjung dan media, sehingga diusulkan ruangan tambahan. Namun, juru bicara PN Jakarta Utara Hasoloan Sianturi mengatakan hal itu tidak dimungkinkan.

"Asas persidangan kita itu adalah sederhana dan biaya ringan, yang seperti itu kami tidak sediakan. Yang kami sediakan ruangan sidang saja. Sidang itu memang dinyatakan terbuka yah, tapi kami tidak menyediakan seperti itu," jelas Hasoloan.

Hasoloan juga mengatakan mereka tidak mengatur siapa-siapa saja yang dapat emmasuki ruangan sidang.

"Kita tidak mengetahui kelompok mana yang datang karena sidang ini dinyatakan terbuka untuk umum, siapa pun tidak dibatasi untuk masuk," terang Hasoloan.

"Yang terbatas itu cuma ruang sidangnya. Jadi kalau ada kelompok A atau kelompok B, majelis tidak tahu itu. Kami menganggap yang datang itu adalah warga atau pengunjung yang mau melihat persidangan."

Hak atas foto AP
Image caption Basuki Purnama alias Ahok memasuki ruang sidang di PN Jakarta Pusat, hari Selasa (13/12).

Hasoloan menambahkan, soal pengamanan menjadi otoritas kepolisian.

Kepada para wartawan, Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, menyatakan pihaknya menyiagakan tim gegana dan meriam air untuk mengamankan sidang yang diperkirakan tetap menarik masa dalam jumlah besar.

Sidang perdana pekan lalu berjalan lancar, meski pengunjung sidang membludak dan ada beberapa aksi unjuk rasa di luar gedung pengadilan.

Ahok didakwa menistakan agama, terkait pidatonya soal surat Al Maidah. Ia sudah menegaskan bahwa dirinya tidak berniat sama sekali melecehkan agama.

Berita terkait