Hujan deras kembali turun, Bima dilanda banjir lagi

Banjir Hak atas foto BNPB
Image caption Banjir hari Rabu yang melanda Bima, Sumbawa, NTB.

Sejumlah wilayah di kabupaten Bima, Sumba, NTB, kembali dilanda banjir akibat hujan deras Jumat (23/12) sejak pukul 11.30 Wita.

"Kondisi ini menyebabkan debit sungai Paruga naik kembali dan sebagian banjir telah menggenangi permukiman. Daerah yang terlanda banjir kembali adalah di Jatiwangi, Rabasalo, Paruga, Tanjung dan Dara," kata Sutopo Purwo Nugroho juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) dalam keterangan tertulisnya.

Disebutkan, jembatan Padolo miring di bagian ujung sehingga jalan ditutup.

Banjir kali ini tidak sebesar banjir Rabu (21/12). Namun sebagian masyarakat yang sempat kembali ke rumah setelah mengungsi karena banjir Rabu, memutuskan kembali mengungsi. "Mereka terutama mengungsi masjid-masjid yang ada lantai duanya, seperti Masjid Baitul Hamid dan Masjid Agung Kota Bima." kata Sutopo.

Data sementara dari BPBD Kota Bima mencatat, akibat banjir terdahulu 593 rumah rusak berat, 2.400 rumah rusak sedang, 16.226 rumah rusak ringan.

Sebelumnya, Kepala seksi kedaruratan BPBD NTB, Agung Pramudya mengungkapkan, sekitar 100 orang terdampak banjir yang mulai menerjang Rabu (21/12).

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana hujan deras berbuntut banjir ini terjadi akibat badai siklon Yvette.

"Siklon tropis Yvette saat ini posisinya di Samudera Hindia, sekitar 620 km sebelah selatan Denpasar dengan arah dan gerak Utara Timur Laut menyebabkan hujan deras di wilayah Indonesia bagian selatan, memicu hujan ekstrem di beberapa wilayah di NTB, khususnya Bima dan Sumbawa," kata Sutopo Purwo Nugroho, juru bicara BNPB.

Dan Bima mengalami dampak paling parah, karena "kota Bima berada pada topografi cekungan," kata Sutopo pula.

Topik terkait

Berita terkait