'Terlibat dalam baku tembak', dua terduga teroris tewas di sekitar Jatiluhur

Terduga teroris disebut polisi melakukan perlawanan dengan menembak. Hak atas foto AFP
Image caption Terduga teroris disebut polisi melakukan perlawanan dengan menembak.

Polisi melakukan penggerebekan di dua lokasi yang berdekatan di sekitar kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, yang diduga menjadi tempat persembunyian terduga teroris. Dalam penggerebekan tersebut, dua orang tewas, dan polisi menahan dua orang lainnya dalam keadaan hidup.

Menurut juru bicara Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus kepada wartawan BBC Indonesia, Isyana Artharini, "Pada saat penggerebekan kedua, tersangka yang dua orang sempat melawan, mengeluarkan tembakan, sehingga terjadi baku tembak, dan akhirnya dua tersangka tersebut meninggal dunia."

Dua lokasi penggerebekan tersebut, kata Yunus, ada di Ubrug, Jatiluhur, dan lokasi kedua di sekitar Waduk Jatiluhur.

Sampai berita ini diturunkan, menurut Yusri, polisi masih melakukan olah TKP untuk mengetahui apakah ada bom atau senjata di lokasi, meski "ada beberapa barang bukti yang sudah dibawa".

"Kami masih menunggu G-Bomb (pasukan khusus penjinak bom) untuk melakukan olah TKP," kata Yusri.

Dalam pernyataan tertulis pada wartawan, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan bahwa empat orang yang diduga teroris adalah Ivan, Rijal, Abu Sofi dan Abu Fais.

"Abu Sofi dan Abu Fais meninggal dunia setelah kontak senjata," katanya lewat pernyataan tersebut.

Sebelumnya, pada Rabu (21/12), dalam waktu hampir bersamaan, polisi telah menewaskan tiga orang terduga teroris di Tangerang Selatan dan menangkap tiga orang lainnya di Payakumbuh, Sumatera Barat, Deli Serdang, Sumatera Utara, serta di Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Pengamat menyebut bahwa pengungkapan jaringan terduga teroris di Tangerang Selatan, Payakumbuh, Deli Serdang serta Batam membuktikan bahwa mereka menyebarkan ideologi radikal melalui sel-sel kecil yang sulit terdeteksi.

Topik terkait