Saksi sidang Ahok gunakan buku dan rekaman video untuk bersaksi

ahok, jakarta Hak atas foto AP
Image caption Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjalani sidang keempat dugaan penistaan agama di auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (03/01).

Dua dari empat saksi dalam sidang perkara dugaan penistaan agama dengan terdakwa Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, merujuk pada buku tulisan Ahok dan rekaman video pidato di Kepulauan Seribu untuk bersaksi.

Saksi pertama, yaitu Novel Bamukmin, membawa bukti berupa e-book dari buku tulisan Ahok dengan judul 'Merubah Indonesia'. Di dalamnya, menurut Novel, Ahok telah menyerang surat Al Maidah dalam Quran.

"Jadi dari e-book sendiri, dari halaman 40 paragraf satu dua, (Ahok) sudah menyerang Al Maidah," kata Novel kepada wartawan, pada Selasa (03/01).

Novel juga mengacu pada rekaman video pidato Ahok di Pulau Pramuka pada 27 September.

Kedua unsur tersebut diangkat pula oleh saksi kedua, Gus Joy Setiawan.

"Ternyata Ahok ini berulang-ulang kali menggunakan ayat Surat Al Maidah demi kepentingan politik dia. Ini yang sangat tidak relevan dan ini tidak boleh," ujarnya.

Dalam sidang tersebut, Ali Mukartono selaku Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), mengaku menghadirkan empat saksi, yakni Novel Bamukmin, Gus Joy Setiawan, Muchsin Alatas, dan Syamsu Hilal Chaniago.

Ali menegaskan bahwa merupakan sesuatu yang wajar jika ada di antara saksi yang punya afiliasi politik.

Hak atas foto Achmad Ibrahim/AP
Image caption Polwan-polwan berjilbab dikerahkan untuk menjaga sidang keempat perkara dugaan penistaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama sebagai terdakwa.

Sebagai catatan, Novel Bamukmin saat ini menjabat sebagai Sekjen DPD FPI DKI Jakarta, sedangkan Muchsin Alatas menjabat Sekretaris Dewan Syariah dalam susunan kepengurusan FPI 2015-2020.

Kemudian, Syamsu Hilal Chaniago merupakan Ketua Forum Anti Penistaan Agama (FUPA) dan Gus Joy Setiawan adalah Koordinator Koalisi Advokat Rakyat yang pernah mendeklarasikan dukungan terhadap pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

"Apa pun, yang penting dia warga negara. Katakanlah benar (ada afiliasi politik), apakah hilang dia haknya untuk melapor? Tidak juga. Yang penting laporannya itu benar atau tidak, nanti kita buktikan," ujar Ali kepada wartawan di kompleks gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

Meminta ditahan

Secara terpisah, Ahok mengatakan bahwa empat saksi pelapor yang hadir dalam persidangan Selasa (03/01) meminta dirinya untuk ditahan.

"Semua minta sama majelis hakim agar menahan saya. Semua saksi minta yang sama. Padahal tidak adil. Saya bicara 1 jam 40 menit bicara soal budi daya ikan kerapu di Kepulauan Seribu, dipotong jadi 13 detik," kata Ahok, sebagaimana dikutip kantor berita Antara.

Ia menilai bahwa dalam pidatonya di Kepulauan Seribu tidak ada unsur penistaan agama yang dilakukan dirinya tersebut.

Sidang kasus Ahok akan kembali digelar pada Selasa, 10 Januari 2017 mendatang, dengan agenda pemeriksaan dua saksi pelapor tersisa dari Jaksa Penuntut Umum.

Topik terkait

Berita terkait