Tigerair batalkan penerbangan Bali-Australia, ratusan penumpang terlantar

pesawat, australia Hak atas foto Getty Images
Image caption Maskapai Tigerair membatalkan semua penerbangan antara Bali dan Australia.

Ratusan penumpang Tigerair terlantar di Bali setelah maskapai itu mengklaim pemerintah Indonesia memberlakukan peraturan baru yang membuat pesawat mereka tak lagi bisa mendarat di Denpasar.

Tigerair mengaku sekitar 700 penumpang terkena dampak pembatalan semua penerbangan antara Bali dan Australia. Untuk mengangkut para penumpang, maskapai Virgin Australia akan menerbangkan dua pesawat dari Bali. Provinsi di Indonesia yang berjuluk 'Pulau Dewata' itu memang populer di kalangan warga Australia sebagai destinasi liburan. Tak kurang dari sejuta turis Australia datang ke Bali setiap tahun.

"Kami tengah bekerja secara konstruktif dengan pemerintah Indonesia untuk mulai terbang ke Bali sesegera mungkin dan bekerja menggunakan persyaratan-persyaratan baru yang mereka berikan kepada kami pekan ini," ujar CEO Tigerair Australia, Rob Sharp dalam pernyataan kepada BBC.

"Jika pemerintah Indonesia tidak ingin menghormati perjanjian saat ini, kami meminta mereka untuk memberikan kami celah waktu sehingga kami bisa terus terbang selagi memenuhi persyaratan baru bersama," tambah Sharp.

Hak atas foto Agung Parameswara / Getty
Image caption Bali memang populer di kalangan warga Australia sebagai destinasi liburan. Tak kurang dari sejuta turis Australia datang ke provinsi itu setiap tahun.

'Tidak ikuti regulasi Indonesia'

Klaim Tigerair bahwa pemerintah Indonesia menggunakan persyaratan baru dibantah Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S Ervan.

Menurutnya, hanya memiliki izin untuk penerbangan carter dan bukan reguler berjadwal. Namun, dalam praktiknya, maskapai tersebut tidak mengikuti regulasi Indonesia dengan menjual tiket penerbangan reguler untuk penerbangan carter.

"Tigerair sudah mengajukan izin penerbangan berjadwal reguler, tapi mereka belum memenuhi persyaratan AOC 129. Tigerair diberitahu pekan ini karena mereka melakukan pelanggaran, mereka menjual tiket reguler. Penumpang banyak tidak bisa terbang karena itu. Klaim mereka bahwa regulasi baru, kalau regulasi baru pasti bukan hanya Tigerair yang kena, semua maskapai kena kan?" papar Bambang kepada BBC Indonesia.

Tigerair, kata Bambang, kini sedang memasukkan permohonan untuk menjadi maskapai penerbangan berjadwal reguler dan Kementerian Perhubungan tengah memprosesnya.

Hak atas foto FACEBOOK
Image caption Emosi para calon penumpang Tigerair setelah jadwal penerbangan dari dan ke Bali dibatalkan.

Penumpang yang terlantar

Di Denpasar, Bali, pelancong asal Australia bernama Sophie Kealley mengaku terdampar lantaran pesawat yang seharusnya dia tumpangi menuju Perth dibatalkan.

"Kami jelas mengecek jadwal penerbangan kami dan mereka bahkan tidak mengirimkan SMS kepada kami," ujarnya sebagaimana dikutip Australian Broadcasting Corp.

Kealley mencoba menumpang maskapai Jetstar, namun pesawat itu langsung digunakan untuk mengevakuasi para penumpang Tigerair.

Sejumlah penumpang lainnya menumpahkan kefrustrasian mereka melalui akun Tigerair pada Facebook.

CEO Tigerair Australia, Rob Sharp, menyatakan pihaknya akan menyediakan akomodasi dan pengembalian uang kepada para penumpang yang terdampak.

Tigerair Australia dimiliki Virgin Australia dan berbasis di Melbourne.

Topik terkait

Berita terkait