'Beruang kelaparan' di Kebun Binatang Bandung

Beruang madu di Kebun Binatang Bandung terlihat kurus dan meminta makanan dari pengunjung pada video yang diambil Juli 2016 lalu. Hak atas foto Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group
Image caption Beruang madu di Kebun Binatang Bandung terlihat kurus dan meminta makanan dari pengunjung pada video yang diambil Juli 2016 lalu.

Pihak Kebun Binatang Bandung membantah bahwa beruang madu yang tampak kurus dalam video yang tersebar luas itu menderita kekurangan makanan.

"Kita mencukupi kok, pakan-pakannya,mencukupi. Seperti Anda lihat sekarang kan sehat-sehat, tidak ada masalah," kata juru bicara Kebun Binatang Bandung Soedaryo, seperti dilaporkan wartawan Julia Alazka untuk BBC Indonesia.

"Pendapat orang kurus, memangnya kalau kurus itu berarti kurang sehat, tidak makan? Tidak kan. Atau sebaliknya, gemuk belum  tentu sehat," kilahnya pula.

Kehebohan dipicu oleh video yang beredar, yang menunjukkan sejumlah beruang madu di Kebun Binatang Bandung yang tampak kurus, meminta makanan dan makan kotorannya sendiri. Kasus ini pertama dilaporkan oleh organisasi Scorpion Wildlife Trade Monitoring.

Direktur program Scorpion, Gunung Gea mengatakan bahwa mereka melihat kondisi beruang madu itu pada pekan lalu dan sudah melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Wali Kota Bandung untuk meminta menutup kebun binatang.

"Kami tidak berada di kebun binatang setiap saat, tapi kami bisa melihat bahwa kandang itu kotor, airnya kotor dan tercemar, dan lantainya tidak berumput. Tidak ada pohon di kandang mereka," kata Gunung Gea kepada BBC.

"Kami berencana akan kembali dalam satu bulan untuk melihat kondisinya. Kami juga mengunjungi kebun binatang lain," katanya.

Namun juru bicara Kebun Binatang Bandung, Sudaryo kukuh mengatakan tak ada masalah dengan beruang-beruang madu itu, dan menadaskan bahwa seluruh satwa di Kebun Binatang mereka 'diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan' secara rutin.

Beruang-beruang dalam video yang beredar tersebut, menurut Sudaryo rutin diberi makan setiap hari, sesuai jadwal. Pakan yang disediakan adalah buah-buahan, 'sesuai standar.'

Sudaryo tegas membantah bahwa hewan-hewan itu makan tinja mereka sendiri seperti tampak dalam video. "Tidak benar," tandasnya.

Ia malah menuding, kejadian itu direkayasa kelompok Scorpion.

"Saya kira seperti juga gini, ada orang-orang suruhan mereka (Scorpion), kasih makan kasih lempar makanan, di situ kebetulan ada kotorannya, misalnya, lalu dipotret.  Bisa juga suruhan orang LSM ini, saya menduga seperti itu," kata Sudaryo.

Dia justru mempertanyakan organisasi Scorpion yang melaporkan dan menyebarkan video beruang kurus tersebut.

"Kemudian mereka mengatakan bahwa mereka (Scorpion) berusaha memberi makan katanya memberi bantuan, kita kan tidak memerlukan bantuan orang. Kita mencukupi kok, pakan-pakannya,mencukupi," kata Sudaryo lagi.

Video yang tersebar itu disebut Sudaryo sebagai "kasus lama" yang kemudian muncul lagi.

"Kita sudah berusaha (sesudah) kita mengalami seperti dulu (kasus gajah Yani),  iya.  Tapi kita sudah berusaha beberapa bulan ini, baik fisik maupun penghuninya, satwa-satwa ini.  Apalagi kita sekarang sudah punya dokter hewan," tambah Sudaryo.

Beruang yang disebut terlihat seperti meminta makanan, menurut Sudaryo, karena terbiasa oleh perilaku pengunjung yang sering melempar makanan.

"Sekarang kalau tidak ada orang yang berprilaku seperti melempar, mereka tidak akan begini (meminta-meminta) kok.  Sekarang tidak ada orang, apa mereka meminta makan, kan enggak saya kira. Mereka begitu karena ada orang yang melempar makanan," ujarnya.

Sudaryo juga menambahkan bahwa pengunjung sudah diberitahu untuk tidak lagi memberikan makanan pada hewan-hewan dalam kebun binatang karena "satwa-satwa sudah dicukupi makanannya".  

Hak atas foto BBC Indonesia/Julia Alazka
Image caption Meski oleh Kebun Binatang Bandung disebut beruang dalam video adalah 'kasus lama', namun beruang madu masih terlihat kurus dan meminta makanan saat dikunjungi pada Rabu (18/1).

Saat mengunjungi Kebun Binatang Bandung pada Rabu (18/1), wartawan Julia Alazka mengatakan, beruang madu jenis malayan sun bear memang terlihat memperlihatkan prilaku seperti meminta makanan kepada para pengunjung setiap kali ada orang datang.

Para pengunjung ada yang langsung memberikan makanan apapun yang dimilikinya seperti kacang atau roti padahal di kandang terpasang larangan memberikan makanan kepada satwa.

Si beruang langsung memakan makanan yang diberikan pengunjung, bahkan sempat empat ekor beruang yang ada di kandang itu saling berebut makanan.

Para beruang di kandang tersebut terlihat kurus. Saat mereka berdiri dengan kedua kakinya ketika meminta makanan, tampak tulang iga mereka tercetak jelas.

Kondisi ini tidak terlihat di kandang beruang madu satu lagi, beruang-beruang di kandang itu tidak berperilaku meminta makanan meski ada pengunjung yang mendatangi kandangnya.

Kondisi fisiknya juga terlihat lebih gendut dan bulunya juga tampak hitam mengkilat.

Hak atas foto BBC Indonesia/Julia Alazka
Image caption Pengunjung terlihat masih memberi makan pada beruang madu di Kebun Binatang Bandung pada Rabu (18/1) meski pihak kebun binatang mengaku sudah melarangnya.

Sementara itu, pakar beruang madu Gabriella Fredriksson, salah satu ketua dalam komite pakar beruang madu di International Union for Conservation of Nature mengatakan bahwa tindakan beruang madu yang memakan kotorannya sendiri mengindikasikan bahwa mereka merasa sangat bosan dan tidak ada yang bisa dilakukan.

"Itu biasanya terjadi ketika hewan tidak mendapat rangsangan yang cukup. Saya tidak tahu bagaimana diet mereka," kata Fredriksson.

Selain itu, dia menambahkan bahwa terlihatnya tulang iga beruang madu bukanlah hal yang normal.

"Mereka kurang mendapat makanan. Beruang madu di hutan punya diet yang kaya, protein dan buah. Mereka biasanya makan rayap, serangga, telur semut untuk protein, dan berbgai jenis buah: cempedak, durian, jambu hutan. Mereka bisa makan sampai 100 jenis buah. Jika dipelihara, mereka bisa makan tempe dan telur. Tapi di kebun binatang, hewan-hewan ini mungkin hanya mendapat satu sisi diet, seperti pepaya, yang murah. Dan tentu saja mereka kekurangan gizi," kata Fredriksson.

Hak atas foto Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group
Image caption Tindakan beruang madu yang memakan kotorannya sendiri mengindikasikan bahwa mereka merasa sangat bosan dan tidak ada yang dilakukan.

Menurutnya, perilaku meminta-minta dari beruang juga tidak normal, dan itu adalah tanda 'interaksi buruk antara masyarakat dan hewan'.

"Orang tak diizinkan memberi makan di kebun binatang, tapi di banyak kebun binatang di Indonesia, hewan-hewannya sering tak mendapat cukup makanan, maka mereka makan apapun yang dilemparkan. Ini kedengarannya seperti manajemen buruk di kebun binatang," kata Fredriksson.

Selain itu, kandang berlantai semen juga dinilai buruk bagi kaki beruang karena biasanya, di hutan, mereka berjalan di atas sampah dedaunan, sehingga kaki mereka menjadi sensitif.

Ketika mereka berjalan di atas semen, maka kulit mereka akan bermasalah, kaki mereka mengering dan pecah-pecah dan infeksi.

Seharusnya mereka berada di atas tanah atau sampah daun. Selain itu, beruang madu juga tidak bisa di area terbuka, harus dilindungi kanopi karena jika mereka berada di bawah cahaya matahari tanpa perlindungan, beruang madu bisa menderita katarak.

Beruang madu adalah hewan yang sangat aktif dan punya jadwal.

"Mereka bangun jam 5 atau 6 pagi, dan mereka sibuk, lalu mereka tidur di siang hari, dan terus merambah sampai sore. Tapi mereka sangat aktif, non-stop, sehingga mereka membutuhkan lingkungan yang aktif. Jika mereka terjebak di kandang semen dan tak bisa melakukan apa-apa untuk memanjat atau menggali, itu seperti menghancurkan jiwa mereka. Ini berbeda dari hewan seperti orangutan yang bisa duduk di pohon berjam-jam dan bisa bergerak lambat," kata Fredriksson.

Topik terkait

Berita terkait