Hasil penyelidikan 'kasus beruang' di Kebun Binatang Bandung segera diserahkan

Beruang Hak atas foto Julia Alazka
Image caption Beruang tampak seperti meminta makan ke pengunjung Kebun Binatang Bandung.

Balai Besar KSDA akan menyerahkan rekomendasi terkait dengan bukti dan keterangan yang didapat dari hasil penyelidikan di Kebun Binatang Bandung, pada Senin (23/01), kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kasus ini mencuat setelah video beruang yang tampak 'sangat kurus' yang diunggah Scorpoin Wildlife. menjadi viral di media sosial. Bagaimana kondisi hewan di Kebun Binatang Bandung itu?

Dua ekor Malayan Sun Bear itu bangun menuju satu rombongan keluarga yang mendekati kandangnya. Kedua satwa dilindungi itu berdiri, menengadahkan kepala sambil membuka mulutnya dengan kedua kaki depan terangkat.

Perilaku beruang madu itu mendorong pengunjung memberikan makanan apapun yang mereka punya. Seperti seorang bapak berbaju merah yang langsung memberikan instruksi kepada gadis ciliknya untuk melemparkan kacang tanah ke dua ekor beruang yang menunggu. Anak perempuan itu kemudian melemparkan satu bungkus kacang tanah lengkap dengan plastiknya. Pengunjung lain tampak melemparkan roti dan sosis ke dalam kandang beruang.

Padahal di depan kandang tertulis tanda 'Terima Kasih untuk Tidak Memberi Makanan pada Satwa' yang berukuran cukup besar. Bungkus plastik yang dilempar pengunjung pun dapat berbahaya jika dimakan oleh hewan.

Perilaku itu juga terlihat dalam video yang diunggah LSM pemerhati satwa liar, Ditambah dengan kondisi badan yang terlihat kurus, semakin menguatkan kesan beruang itu kelaparan. Video itu kemudian menjadi viral dan mengundang kecaman kepada pengelola Kebun Binatang Bandung.

Pengelola Kebun Binatang Bandung, Sudaryo membantah salah satu hewan koleksinya itu kelaparan dan menyatakan seluruh satwa di kebun binatang milik Yayasan Margasatwa Tamansari itu mendapat makanan yang cukup. "Yang penting kami memelihara satwa-satwa harus sehat dan makannya cukup. Kesehatannya oleh dokter juga diperiksa," kata Humas Kebun Binatang Bandung, Sudaryo, Rabu (18/01).

Perilaku hewan dibentuk pengunjung

Menurut Sekretaris Jenderal Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI), Tony Sumampau, perilaku meminta makanan yang ditunjukkan beruang asal Kalimantan itu dibentuk oleh pengunjung yang suka memberi makanan pada satwa.

"Jadi perilaku itu bukan tanda lapar. Untuk menghilangkan prilaku itu, hilangkan dulu pengunjungnya," tegas Tony yang juga seorang pakar prilaku satwa saat ditemui wartawan di Kebun Binatang Bandung, seperti dilaporkan wartawan di Bandung, Julia Alazka.

Padahal menurut Tony pemberian makanan sembarangan kepada satwa bisa berdampak buruk pada kesehatan satwa. Salah satunya, lanjut Toni, menyebabkan hewan obesitas.

"Itu yang harus kita didik masyarakatnya. Mengingatkan masyarakat, jangan memberikan makanan karena yang diberi masyarakat macam-macam. Biskuit yang mengandung gula, walaupun tidak lapar, akan dimakan. Itu kan lemaknya tinggi," ujar Tony.

Hak atas foto Julia Alazka
Image caption Larangan untuk pemberi makan ditempel di depan kandang hewan.

Itulah sebabnya, ujar Tony, sebagian besar beruang koleksi Kebun Binatang Bandung justru mengalami obesitas, bukan kelaparan seperti yang ramai diberitakan. Beruang yang terlihat kurus hanya satu ekor, itupun karena faktor usia. Beruang bernama Kardi itu diperkirakan sudah berumur 23 tahun. Sementara maksimal umur beruang antara 25 hingga 28 tahun.

"Lihat aja giginya, sudah gak ada," katanya.

Selain mengedukasi pengunjung, Tony mengakui, perlu ada perbaikan manajemen pemberian pakan untuk mengatasi satwa yang kelebihan berat badan, dengan memberikan pelatihan manajemen pakan kepada pengelola kebun binatang di Indonesia.

'Beruang sehat'

Menyusul tersebarnya video beruang tersebut, desakan untuk menutup Kebun Binatang Bandung muncul, selain itu ada pula petisi "Selamatkan Kebun Binatang Bandung" di situs Change.org yang hingga Sabtu, 21 Januari 2017 telah mengumpulkan 25.142 dukungan dari para netizen.

Balai Besar KSDA melakukan penyelidikan dan pemeriksaan kesehatan terhadap beruang, serta masih akan mengumpulkan bukti dan keterangan terkait kondisi beruang di Kebun Binatang Bandung.

Kepala Balai Besar KSDA, Sustyo Iriyono mengatakan semua bukti dan keterangan akan menjadi bahan pertimbangan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya dalam mengambil keputusan mengenai nasib kebun binatang yang berlokasi di Jalan Taman Sari Kota Bandung itu.

Sustyo berharap Kebun Binatang Bandung tidak ditutup seperti desakan sejumlah pihak. Ia sendiri akan merekomendasikan perbaikan di tempat wisata favorit warga Bandung itu.

"Rekomendasinya lebih ke perbaikan. Saya berharap tidak ada KBS (Kebun Binatang Surabaya) jilid dua," ujar Sustyo yang rencananya akan menyerahkan rekomendasi ke Kementerian LHK Senin besok, 23 Januari 2017.

Hak atas foto SCORPION WILDLIFE TRADE MONITORING GROUP
Image caption Beruang madu di Kebun Binatang Bandung terlihat kurus dan meminta makanan dari pengunjung pada video yang diambil Juli 2016 lalu.

Sementara itu, hasil pemeriksaan kesehatan terakhir yang dilakukan Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia PKBSI, Sabtu (21/1), menunjukkan seluruh penghuni Kebun Binatang Bandung, khususnya sebelas ekor beruang madu yang tengah menjadi sorotan, dalam kondisi sehat, seperti disampaikan Sekjen PKBSI Tony Sumampau.

Meski begitu, beberapa beruang mengalami obesitas. "Saya bilang nutrisinya harus diimbangkan, pas saja, sudah cukup," saran Tony.

Namun hasil pemriksaan itu diragukan Scorpion Wildlife, investigator senior Scorpion Wildlife, Marison Guciano meminta dilibatkan dalam pemeriksaan kesehatan sebelas ekor beruang di Kebun Binatang Bandung.

"Kami minta ada dokter hewan independen untuk bersama tim mengkaji secara keseluruhan kesehatan beruang, prilakunya, stress atau tidak, kelayakan kandang, dan lain-lain. Supaya hasilnya lebih fair saja," kata Marison usai bertemu dengan Balai Besar Kesehatan Sumber Daya Alam (KSDA), PKBSI, dan pengelola Kebun Binatang Bandung, pada Sabtu (21/01).

Berdasarkan beberapa kali pemantauannya, ada beruang yang menunjukkan tanda-tanda stres. "Saya lihat ada beruang yang berjalan mondar-mandir, itu salah satu tanda stres. PKBSI tahu gak itu," katanya.

Scorpion juga mengunggah video beruang yang memakan kotorannya sendiri yang dinilai Marison sebagai prilaku anomali.

Namun anggapan itu dibantah oleh Tony yang menyebutkan prilaku beruang tersebut sesuatu yang wajar.

"Untuk beberapa spesies, jangan bilang beruang, anjing kucing pun begitu. Wajar ada yang bersifat demikain. Ada yang dia membutuhkan sesuatu, itu kan bukan waste semua, masih ada manfaatnya," sanggah Tony.

Berita terkait