Kapal pembawa terduga pendatang gelap Indonesia terbalik di Malaysia

Johor Baru, Malaysia, TKI Hak atas foto KJRI Johor Baru
Image caption Kapal yang diperkirakan membawa sekitar 40 orang Indonesia terbalik ketika mendekati pantai di Tanjung Rhu, Johor.

Sedikitnya 12 warga Indonesia meninggal karena kapal yang membawa mereka terbalik dalam perjalanan menuju Malaysia dari Batam.

Dari keterangan dua orang yang selamat, diketahui bahwa kapal membawa sekitar 40 orang namun karena semua penumpang diduga pendatang gelap maka tidak bisa dipastikan jumlah sebenarnya berhubung kapal tidak memiliki manifes.

"Perahu tersebut terbalik ketika akan mendekati pantai Tanjung Rhu," jelas Marsianda, Fungsi Konsuler di Konsulat Jenderal Indonesia di Johor Baru kepada wartawan BBC Indonesia, Liston P Siregar.

Dua penumpang selamat yang berhasil ditemukan kini masih dirawat di rumah sakit namun akan diperiksa oleh aparat setempat karena diduga merupakan pendatang gelap.

Ada juga laporan dari penduduk setempat bahwa sekitar 13 orang yang diduga berhasil selamat dari kapal tersebut namun langsung melarikan diri ke dalam kawasan hutan walau tidak dapat dikukuhkan.

Hak atas foto KJRI Johor Baru
Image caption Tidak ada manifes kapal yang memastikan jumlah penumpang yang dibawanya.

"Mereka ini kan ilegal jadi mereka sendiri takut untuk lapor diri dan menyatakan diri selamat. Jadi kita tidak bisa memastikan benar nggak 13 orang itu selamat, atau jumlahnya lebih banyak atau lebih sedikit. Kita tidak bisa pastikan," tutur Marsianda.

Sudah berulang kali

Kapal yang membawa warga Indonesia dari Batam ini terbalik pada Senin (23/01) sekitar pukul 04.00 waktu setempat di lepas pantai Tanjung Rhu, tak jauh dari kota Mersing, Johor.

Penyebab terbaliknya kapal diperkirakan cuaca yang buruk.

"Sejak kemarin hujan terus, tidak berhenti, ombak pun otomatis cukup tinggi. Jadi mereka sudah mau mendekat ke tepi namun kena ombak dan kapal terbalik. Ada yang bisa berenang selamat dan yang tidak selamat, kita temukan jenazahnya," jelas Marsianda.

Kapal yang membawa pendatang gelap Indonesia dari maupun ke Malaysia sudah beberapa kali dilanda bencana.

Bulan November tahun lalu, 40 orang hilang saat kapal yang membawa pulang para pendatang gelap tenggelam di dekat Batam.

Beberapa bulan sebelumnya, Juli 2016, sedikitnya 10 warga Indonesia meninggal dunia dan puluhan lainnya hilang karena kapal yang mereka tumpangi tenggelam di Pantai Batu Layar, Johor, Malaysia.

Akhir Januari lalu sebuah kapal yang diperkirakan membawa 30 hingga 35 pekerja gelap asal Indonesia tenggelam di perairan Malaysia dan sedikitnya 18 orang meninggal.

Sejumlah warga Indonesia datang ke Malaysia tanpa dokumen resmi untuk bekerja di perkebunan maupun konstruksi.

Topik terkait

Berita terkait