Massa FPI di Bandung tolak Rizieq Shihab ‘dikriminalisasi’

fpi Hak atas foto Julia Alazka
Image caption Massa simpatisan FPI menolak tindakan polisi yang mereka sebut 'kriminalisasi' terhadap Rizieq Shihab.

Massa simpatisan Front Pembela Islam (FPI) memadati kawasan di depan Gedung Sate, Kota Bandung, pada Kamis (26/01), guna menolak tindakan kepolisian yang mereka sebut 'mengkriminalisasi' Rizieq Shihab. Aksi itu berlangsung persis satu pekan setelah berbagai ormas di lokasi yang sama menuntut pembubaran FPI.

Deretan pria berkopiah dan berbaju koko mengusung beragam spanduk di Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Spanduk itu bertuliskan, antara lain 'Indonesia Butuh FPI' dan 'Habib Rizieq Milik Indonesia'.

Wakil panglima FPI Garut, AF Saepuloh yang bertugas mengamankan, memperkirakan massa berjumlah 2.000 hingga 3.000 orang. Adapun Kepala Bagian Operasi Polrestabes Bandung, AKBP Dede Rojudin, mengestimasi massa mencapai kurang dari 1.000 orang.

Hak atas foto Julia Alazka
Image caption Beberapa pengunjuk rasa mengusung spanduk bertuliskan kalimat 'siap perang' jika FPI dibubarkan.

Asep Syarifudin, selaku Ketua Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat, yang menjadi panitia demonstrasi tersebut, mengatakan aksi tersebut digelar untuk "meminta agar ulama tidak dikriminalisasi". Hal ini merujuk pada pemeriksaan Polda Jawa Barat terhadap Rizieq Shihab terkait kasus dugaan penghinaan Pancasila.

"Kalau ulama dikriminalisasi kami bergerak, jadi saya bergerak karena ulama dikriminalisasi," kata Asep, kepada wartawan di Kota Bandung, Julia Alazka.

Hak atas foto Julia Alazka
Image caption Massa simpatisan FPI mengaku berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat, termasuk dari Ciamis dan Tasikmalaya.

Pergerakan massa pendukung Rizieq Shihab tak hanya dari Kota Bandung. Ridwan Abdul Fattah, misalnya, mengaku mewakili para santri dari Ciamis dan Tasikmalaya. Saat dijumpai, dia membawa poster bertuliskan 'Siap berperang jika FPI dibubarkan'.

"Ini konsekuensi untuk membela Habib Rizieq Shihab, dan itu adalah tujuan kami ke sini semua," kata Ridwan, pemuda berusia 21 tahun itu.

Selain membawa poster, para peserta unjuk rasa juga ada yang mengenakan syal bermotif bendera Palestina dan bendera Indonesia.

"Ini bendera Palestina karena saya idola sama Palestina karena di Palestina ada sejarah Masjidil Aqsa, masjid yang suci dan disucikan Allah. Kedua, ini bendera Indonesia, tanah air saya," kata Wawan Abdul Malik Marwan, ketua Brigade Santri Ciamis.

Hak atas foto Julia Alazka
Image caption Massa pengunjuk rasa mengenakan syal bermotif bendera Palestina dan Indonesia.

Demonstrasi mendukung Rizieq Shihab di Jalan Diponegoro, ruas di depan Gedung Sate, Kota Bandung, berlangsung tepat satu pekan setelah berbagai ormas menuntut pembubaran FPI.

Ketika ditanya soal itu, Asep Syarifudin, selaku Ketua Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat, menepisnya. "Tidak ada urusan, dari awal saya konsisten, kita minta pertanggungjawaban kepada Kapolda Jabar," ujarnya.

Pada 12 Januari lalu, ratusan orang-orang anggota Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), terlibat bentrokan dengan massa FPI, saat pimpinan FPI Rizieq Syihab diperiksa tim penyidik polisi sebagai terlapor dugaan penistaan Pancasila.

Empat hari kemudian, massa FPI menggelar unjuk rasa di depan Mabes Polri, Jakarta, menuntut agar Mabes Polri mencopot Kapolda Jawa Barat dari jabatannya.

Topik terkait

Berita terkait