Polda Bali kirim lima WNI diduga terkait ISIS ke Mabes Polri

isis Hak atas foto Fajar Sodiq
Image caption Polisi tidak memiliki data yang pasti tentang jumlah warga Indonesia yang ingin bergabung dengan ISIS di Suriah, namun diperkirakan mencapai 300 orang dan sekitar 200 di antaranya sudah kembali di Indonesia sejak awal 2015.

Kepolisian Daerah Bali mengirim lima warga negara Indonesia yang diduga terkait dengan kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) ke Mabes Polri di Jakarta. Kelima WNI tersebut ditangkap aparat Turki dan dideportasi ke Bali pada 24 Januari lalu.

Kelima WNI itu merupakan satu keluarga asal Cilincing, Jakarta Utara, yang terdiri dari seorang pria dengan inisial TUAB, serta empat perempuan dengan inisial NK, NAA, MSU, dan MAU.

"Sejauh ini statusnya masih terperiksa. Belum ada pelanggaran yang ditetapkan," kata Kabid Humas Polda Bali, AKBP Hengky Wijaya, Kamis (26/1), sebagaimana dilaporkan wartawan di Denpasar, Gita Elhasni.

Dalam pemeriksaan terungkap, kelima WNI tersebut berangkat dari Bandara Soekarno Hatta dengan pesawat Garuda Indonesia menuju Thailand pada 15 Agustus 2016. Sesampainya di Thailand mereka menghubungi seseorang berinisial AY yang mengurus keberangkatan ke Turki.

Setibanya di Turki, mereka dibawa bertemu orang Indonesia dari Lamongan, Jawa Timur, dan tinggal selama tiga bulan. Selama mereka tinggal di sana, mereka diberikan fasilitas oleh AY yang merupakan orang Turki.

Pada 16 Januari 2017 pukul 03.00 sore waktu setempat, mereka ditangkap aparat Turki dan dibawa ke rumah sakit untuk cek kesehatan. Mereka sempat ditahan selama satu minggu sebelum dideportasi.

Berdasarkan pengakuan kelima WNI tersebut, menurut Kabid Humas Polda Bali, AKBP Hengky Wijaya, mereka sudah siap mengangkat senjata untuk ISIS. Mereka juga disebut bergabung tanpa proses penjaringan dan dengan biaya sendiri. "

Polisi tidak memiliki data yang pasti tentang jumlah warga Indonesia yang ingin bergabung dengan ISIS di Suriah, namun diperkirakan mencapai 300 orang dan sekitar 200 di antaranya sudah kembali di Indonesia sejak awal 2015.

Dari jumlah yang sudah kembali tersebut, belum ada yang ditahan walau tetap berada dalam pengawasan.

Akhir Desember lalu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dalam sebuah kesempatan di Jakarta, mengatakan lebih dari 600 WNI sudah berangkat ke Suriah sejauh ini.

Topik terkait

Berita terkait