Pengungsi Afghanistan di Indonesia cemaskan kebijakan Trump

pengungsi, trump Hak atas foto Cisarua Refugee Learning Centre
Image caption Sejumlah pengungsi asal Afghanistan belajar di sebuah sekolah khusus pengungsi di Cisarua, Jawa Barat.

Namanya Sedeqa. Perempuan asal Afghanistan ini berusia 22 tahun dan sudah tiga tahun bermukim di Cisarua, Jawa Barat.

Seperti warga pengungsi asal Afghanistan lainnya di Indonesia, Sedeqa menunggu pengumuman dari lembaga dunia yang menangani pengungsi (UNHCR) terkait negara mana yang mau menerima mereka sebagai warga negaranya.

Harapan itu selangkah lagi terwujud setelah dia menerima undangan dari Amerika Serikat untuk menetap di sana pada Oktober 2016 lalu, saat Barack Obama masih menjadi presiden.

"Namun, bukan berarti pemerintah AS langsung memberikan tiket pesawat. Saya harus menjalani beberapa tahap, seperti tes kesehatan," kata Sedeqa kepada BBC Indonesia.

Hak atas foto Ed Wray / Getty Images
Image caption Pengungsi Afghanistan di Cisarua diperkirakan berjumlah tidak kurang dari 4.000 orang. Mereka menunggu kejelasan negara mana yang mau menampung mereka sebagai warga.

Selagi menjalani proses tersebut, presiden baru AS Donald Trump mengeluarkan keputusan yang melarang warga dari tujuh negara berpenduduk mayoritas Islam masuk ke Amerika Serikat.

Meski Afghanistan bukan masuk kategori negara yang penduduknya dilarang masuk ke AS, Sedeqa tetap risau. Apalagi, ada 11 orang pengungsi yang ditahan di bandara John F Kennedy New York setelah Trump mengumumkan perintahnya.

"Saya tidak tahu mengapa dia (Trump) melakukan ini. Saya berdoa dan berharap agar ada kabar baik untuk kami," kata Sedeqa.

Selain Sedeqa, ada seorang pengungsi Afghanistan lain yang mendapat lampu hijau dari pemerintah AS. Bahkan, remaja pria berusia 16 tahun itu telah mendapat tiket pesawat ke AS.

BBC Indonesia belum berhasil menghubunginya. Khalil, seorang rekannya, yang merupakan sesama pengungsi Afghanistan di Cisarua, Jawa Barat, mengatakan dia telah bertolak dari Indonesia menuju AS pada Senin (30/01) pukul 14.00 WIB.

"Dia berangkat hari ini. Semoga dia tidak dikirim kembali," sebut Khalil.

Berita terkait