FPI akan ajukan gugatan praperadilan, Polda Jabar siap hadapi

fpi Hak atas foto MAST IRHAM / EPA
Image caption Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (30/01) atas dugaan penistaan lambang negara dan pencemaran nama baik proklamator.

Front Pembela Islam (FPI) Jawa Barat menyatakan bakal mengajukan gugatan praperadilan untuk merespons status tersangka yang ditetapkan Kepolisian Daerah Jawa Barat terhadap Rizieq Shihab. Langkah hukum itu, menurut Polda Jabar, siap dihadapi.

Ketua Bantuan Hukum Front FPI Jabar, Ki Agus M Choiri, mengaku akan melayangkan gugatan setelah menerima surat penetapan Rizieq Shihab sebagai tersangka atau ketika FPI menerima panggilan atas nama Rizieq Shihab sebagai tersangka.

"Mungkin (diajukan) minggu ini…karena kami punya kepentingan untuk gugatan praperadilan," kata Ki Agus M Choiri kepada wartawan di Bandung, Julia Alazka.

Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (30/01) atas dugaan penistaan lambang negara dan pencemaran nama baik proklamator.

Kasus ini dilaporkan oleh Sukmawati Sukarnoputri, yang mendapatkan video rekaman Rizieq yang isinya dianggap menistakan Pancasila dan mencemarkan nama proklamator yang juga ayah Sukmawati, Sukarno.

Ki Agus M Choiri mengklaim ucapan Rizieq Shihab soal Pancasila adalah Pancasila yang masih dalam bentuk usulan.

"Bagaimana itu bisa terjadi karena disebut sebagai Pancasilanya Soekarno itu Pancasila tanggal 1 Juni 1945, sedangkan dasar negara kita adalah Pancasila yang telah disahkan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 18 Agustus 1945," ujarnya.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Simpatisan FPI menilai Rizieq Shihab telah 'dikriminalisasi'.

Lepas dari dalih FPI, Kabidhumas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, mempersilakan rencana organisasi massa itu untuk menggugat praperadilan.

" Praperadilan itu adalah mekanisme hukum yang berjalan apabila ada orang yang tidak terima terhadap apa yang dijalankan oleh aparat kepolisian…silakan saja itu kan urusan pengadilan. Namanya itu resiko hukum, apapun yang sudah kita lakukan, kita siap," ujarnya.

Selain kasus dugaan penistaan Pancasila yang ditangani Polda Jawa Barat, Rizieq juga menghadapi kasus 'gambar simbol komunis' di lembaran uang rupiah.

Rizieq dan pengurus FPI sebelumnya mengatakan bahwa kasus-kasus yang disangkakan kepada Rizieq adalah 'rekayasa, dipaksakan dan Rizieq telah menjadi sasaran kriminalisasi'.

Topik terkait

Berita terkait