Pesawat Garuda tergelincir, bandara Adisucipto kembali dibuka sore ini

Garuda Hak atas foto Reuters
Image caption Penerbangan dari Bandara Adisucipto sempat dialihkan ke Solo.

Pesawat Garuda Indonesia yang tergelincir di Bandara Adisucipto telah dievakuasi dan jadwal penerbangan dipastikan akan kembali normal pada pukul 15.000 Waktu Indonesia Barat, seperti disampaikan oleh General Manager Bandara Adisucipto.

General Manager Bandara Adisucipto Agus Pandu Purnama mengatakan penerbangan akan kembali normal setelah landasan dibersihkan.

"Jadi kita bersihkan apakah ada ceceran tanah bekas evakuasi pesawat ataukah kotoran lainnya di runway, kami menunggu report dari lapangan dari tim yang melakukan pengecekan runway, kalau sudah dinyatakan oleh tim di lapangan clear itu akan kami buka," jelas Agus Pandu kepada BBC Indonesia.

Dalam keterangan tertulis yang diterima BBC Indonesia, VP Corporate Communications Garuda Indonesia, Benny S. Butarbutar di Yogyakarta mengatakan pemindahan pesawat tersebut sempat mengalami kendala karena kondisi tanah berumput dan kontur tanah yang lembek di sekitar landasan pacu.

Pesawat Boeing 737-800NG ini mengangkut 123 orang penumpang dan tujuh kru tergelincir di landasan ketika akan mendarat di tengah cuaca hujan di Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta Rabu (01/02) malam.

Insiden ini menyebabkan 23 penerbangan dari Bandara Adisucipto dibatalkan sejak Rabu malam, dan sekitar 2.408 penumpang terkena dampaknya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Agus mengatakan 640 penumpang - terutama dengan tujuan Jakarta - dialihkan melalui Solo Jawa Tengah.

"Seluruh penerbangan dari dan menuju Yogyakarta diharapkan sore hari nanti sudah dapat berjalan normal seperti biasa," kata Benny.

Benny mengatakan Garuda melakukan investigasi internal, dan menyerahkan proses penyelidikan penyebab kecelakaan kepada Komite Nasional Kecelakaan Transportasi KNKT.

Topik terkait

Berita terkait